Waspada! Bareskrim Rilis Imbauan, Hati-hati WhatsApp Dibajak

  • Bagikan
61be4b05 6bc6 4157 9f4a 074b7a97e472 169



61be4b05 6bc6 4157 9f4a 074b7a97e472 169

Jakarta, Berita saatini Indonesia – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Mabes Polri mengingatkan seluruh masyarakat pengguna untuk waspada jika nantinya menerima pesan yang meminta One time Password (OTP) karena hal itu adalah aksi kejahatan siber.

“Saat ini, banyak cara bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih akun Whatsapp. Jika Anda mendapatkan pesan teks dari Whatsapp, Jangan bagikan kode yang ada dapatkan dan jangan klik link tersebut,” tulis Siber Polri dalam akun resminya, Jumat (12/3/2021).

Kepala Urusan (Paur) Subbagops Dittipidsiber Bareskrim Polri, Iptu Jhehan Septiano mengatakan dalam OTP Scam pada WhatsApp, peretas mengirimi Anda pesan yang mengaku sebagai teman atau orang dalam kesulitan. Para pelaku menarik perhatian korbannya dengan menjelaskan adanya sejumlah keadaan darurat yang dialaminya.

Kemudian, setelah adanya jaminan orang tersebut dalam kesulitan, pelaku akan meminta OTP. Mereka menggambarkan pesan itu sebagai penerus yang tidak sengaja dan terus memikat korbannya agar mau meneruskan OTP.

“Para scammer akan mengirim banyak pesan untuk memikat Anda/memunculkan rasa iba agar meneruskan OTP,” kata dia.

OTP ini akan digunakan sebagai cara mengakses akun WhatsApp. Jadi saat korban membagikan kode tersebut pada para pelaku kejahatan, maka akan terkunci dari akun WhatsAppnya sendiri.

Sebaliknya setelah mendapatkan OTP dan masuk ke akun korbannya, scammer dapat akses penuh ke pesan, kontak dan grup pada akun tersebut. Setelah itu para pelaku akan melancarkan aksi pada teman atau keluarga serta kontak yang ada pada akun korbannya.

“Scammer meminta bantuan keuangan kepada teman/keluarga korban. Ada juga yang mencoba menipu orang lain yang ada pada kontak korban,” jelasnya.

Baca Juga  ZetaTees, The place to find best T-shirt for every taste and occasion

Mengutip data dari lama resmi patrolisiber.id yang dikelola Dittipidsiber Bareskrim Polri, sepanjang 2020, ada 12.197 laporan pengaduan masyarakat yang masuk melalui portal tersebut. Total kerugiannya mencapai Rp 1,12 triliun.

Total platform terlapor terbanyak adalah WhatsApp sebanyak 4,888 aduan. Lalu Instagram 3.610 aduan, Facebook 1.910 aduan dan Telepon atau SMS sebanyak 1.640 aduan.

NEXT: Tips Hindari Hacker di WA





Source link

  • Bagikan