Vidio Ceramah Semasa Hidupnya Kapten Afwan Pilot sriwijaya Air, Sangat Menyentuh Hati.

  • Bagikan
Semasa Hidupnya Kapten Afwan

Video ceramah Semasa hidupnya Kapten Afwan setahun lalu menjadi viral di media sosial..

Dalam video yang berdurasi 47 detik itu terlihat Kapten Afwan yang tak lain pilot Sriwijaya Air yang dilaporkan jatuh di perairan Kepulauan Seribu tampak sedang berceramah di salah satu rumah warga.

Ucapan Dalam Video Ceramah Kapten Afwan

“Untuk mencari kebaikan, untuk menggapai surganya Allah yang sudah disediakan Allah Ta’ala yang besarnya surga itu adalah langit dan bumi bagi orang-orang yang muttaqin (orang yang bertaqwa),”

Dalam Alquran juga telah disebutkan jaminan (balasan) yang dijanjikan oleh Allah bagi orang-orang yang bertakwa (muttaqin).

“Muttaqin secara bahasa adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangannya. Siapa dia? Muttaqin ini adalah orang-orang yang meinfaqan, menafkahkan hartanya pada masa senang maupun tidak senang atau masa sulit maupun tidak sulit,” ulasnya.

Sekadar diketahui, Kapten Afwan merupakan pilot yang membawa pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh usai take-off dari Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (9/1/2021) siang kemarin.

Semasa hidupnya, Afwan dikenal pribadi yang baik. Tetangga dan keluarganya mengenal Afwan sebagai pribadi yang rajin Sholat. Foto profil WA-nya pun tak kalah menyentuh, yakni foto Superman tengah Sholat.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Baca juga: Pasangan Pengantin Baru Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Baca Juga  Cara Klaim Token Listrik Gratis PLN Desember 2020

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Sementara itu, 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

cakrawalarafflesia

  • Bagikan