Sunmi bersiap “comeback”, cuma ogah bocorkan konsep lagu baru

  • Bagikan
23d42d1c whatsapp image 2021 02 03 at 08.55.05


Jakarta (cakrawalarafflesia) – Penyanyi solo wanita Korea Selatan Sunmi dikonfirmasi akan segera comeback untuk meramaikan dunia musik Negeri Ginseng, namun tidak banyak hal yang bisa dibocorkan, termasuk konsep lagu dan album terbarunya.

Seorang sumber dari agensi yang menaungi Sunmi, MakeUs Entertainment berbagi, “Sunmi sedang mempersiapkan comeback dengan rencana rilis akhir Februari.”

Menurut Sports Chosun, dikutip pada Rabu, Sunmi dilaporkan telah selesai mengerjakan lagu utamanya dan membuat sentuhan akhir di albumnya.

Baca juga: Sunmi pilih konsep perempuan dimabuk asmara dalam lagu “Pporappippam”

Baca juga: Kelar tur dunia, diva K-pop Sunmi rilis single baru “Lalalay”

Ini akan menjadi comeback pertama Sunmi dalam waktu sekitar delapan bulan sejak “pporappippam” Juni lalu. Agustus lalu, dia mempromosikan lagunya “When We Disco” dengan Park Jin Young (JYP).

Bicara tentang konsep, Sunmi dikenal sebagai solois wanita yang cukup berani berekspresi melalui lagu dan pembawaannya di panggung. Tak hanya itu, Sunmi juga tampil total dengan kostum dan riasan yang menarik serta video musik yang cantik.

Sejak lepas dari grup K-pop Wonder Girls pada 2017, Sunmi bersolo karir dengan mengusung konsep pemberdayaan feminis lewat lagu “Gashina” hingga “Noir”.

Pada comeback terakhirnya, “Pporappippam”, Sunmi punya tampilan yang baru, perempuan dimabuk asmara pada musim panas. “Pporappippam” mengisahkan hati yang berdebar ketika jatuh cinta.

Sunmi mengatakan beberapa waktu lalu, ketika ia menggarap “Pporappippam”, dia memikirkan sesuatu yang berbeda. Namun, di tengah pandemi COVID-19, Sunmi berharap bisa memberikan kelegaan dan hiburan untuk penggemar.

“Awalnya saya mengerjakan lagu andalan yang berbeda. Lalu saya menyadari, setiap orang merasakan emosi yang sulit sekarang,” kata dia.

Baca Juga  Ngeri, Ada Drone Canggih Israel Dipakai Junta di Demo Myanmar

Sunmi sebelumnya juga sukses menggelar tur dunia bertajuk “Warning” di 18 kota di Asia, Amerika Utara, dan Eropa mulai Februari hingga Juni 2019.



Source link

  • Bagikan