Sri Mulyani Prediksi Defisit APBN 2021 Lebih Rendah

  • Bagikan
22 juni

Beritasaatini –

Sri Mulyani Prediksi Defisit APBN 2021 Lebih Rendah


beritasaatini – Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi defisit
anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada 2021 akan lebih rendah.
Defisit APBN dapat ditekan menjadi Rp 939,6 triliun dari Rp 1.006,4 triliun,
atau lebih kecil sekitar Rp 66,8 triliun.

“APBN awal Rp 1.006,4 triliun. Kita perkirakan akhir tahun defisitnya di bawah
itu, yaitu Rp 66,8 triliun lebih kecil, yaitu Rp 939,6 triliun. Ini adalah
sesuatu yang bagus,” ungkap Sri Mulyani ketika rapat kerja bersama Banggar
DPR RI, Senin (12/7).

Hal ini disebabkan oleh
optimalisasi pembiayaan yang efisien, seperti memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih
(SAL) dalam investasi pemerintah dan mengurangi penerbitan Surat Berharga
Negara (SBN).

Adapun realisasi belanja
negara diprediksi hingga 98,2 persen dari APBN 2021 yang senilai Rp 2.700,4
triliun. Dibandingkan tahun 2020, ada pertumbuhan sebesar 4 persen.

Hal ini seiring dengan
pertumbuhan belanja pemerintah pusat sebesar 5,3 persen menjadi Rp 1.929,6
triliun dan transfer ke daerah dan dana desa Rp 770,8 triliun atau tumbuh 1,1
persen.

Kemudian pendapatan negara
tumbuh 6,9 persen menjadi Rp 1.760,7 triliun.Pendapatan negara ini meliputi
penerimaan kepabeanan dan cukai Rp 224,1 triliun tumbuh 5,2 persen dan PNBP Rp
357,7 triliun tumbuh 4 persen.

“Jadi penerimaan
negara kita akan mencapai Rp 1.760,7 triliun, sedikit di atas target APBN.
Tentu proyeksi ini sangat bergantung pada proyeksi ekonomi dan COVID-19,
terutama nanti akan terlihat di perpajakan,” pungkasnya. ( Foto : Sekretariat Kabinet / Penulis : Fitri )

Tags : defisit apbn adalah, apbn surplus adalah, defisit adalah



Source link

Baca Juga  Menaker : Jangan Jadikan PPKM Darurat Alasan Untuk PHK
  • Bagikan