Reaksi Kemenpora terhadap penerapan PPKM darurat

  • Bagikan
IMG 20200217 WA0004

Beritasaatini –

Reaksi Kemenpora terhadap penerapan PPKM darurat

 

Varia Olahraga – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat
berdampak pada kegiatan olahraga Indonesia. Kini pihak Kemenpora sedang
merumuskan aturan baru yang lebih ketat.

 

Hal tersebut disampaikna langsung oleh Sekretaris Kemenpora,
Gatot S. Dewa Broto. Kendati tetap mempersilakan pemusatan latihan nasional
tetap berjalan, namun induk-induk cabang olahraga tetap diminta untuk
melaporkan kegiatannya ke Satgas COVID-19 dan Dinas Kesehatan setempat.

 

“Kami sedang memformulasikan aturan masalah olahraga,
karena (meskipun) pada Juni 2020 sudah ada protokol kesehatan, tapi lingkupnya
kan nasional. Sedangkan kali ini lebih ketat lagi. Nanti secepatnya Pak Menteri
(Zainudin Amali) akan mengumumkan tentang kebijakan masalah olahraga,”
kata Gatot kepada detikSport, Kamis (01/07/2021).

 

Gatot menjelaskan, akan terdapat penyesuain kebijakan di
tengah pandemic COVID-19 mengingat bahwa akan banyak event dan kebutuhan
Pelatnas kedepan.

 

“Jadi Pelatnas tetap jalan terutama yang di luar
Jawa-Bali. Sementara itu, pelatnas yang di kawasan Jawa-Bali harus protokol
kesehatan yang sangat ketat sekali. Artinya harus ada izin atau pendampingan
dari Satgas setempat, Dinkes setempat, dsb,” ujarnya.

 

“Karena selama ini kalau mau pelatnas, ya pelatnas
begitu saja. Jadi akan ada penyesuaian lah. Jadi tidak dihapuskan atau disetop
(pelatnasnya) tapi prokesnya lebih ketat,” Gatot menegaskan.

 

Pelaksanaan PPKM darurat mulai 3-20 Juli secara resmi
diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo.  Dalam
peraturan PPKM darurat, terdapan peraturan terkait kegiatan seni/budaya, olahraga,
dan social masyarakat (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan
sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

 

“Tadi pagi saya komunikasi dengan salah satu direksi
(PPK GBK). Memang efek dari PPKM darurat itu (GBK) akan tutup sementara. Tapi
tentang masalah pelatnas memang tidak berhenti, hanya saja prokesnya lebih
ketat,” kata Gatot menyoal dampak kepada kawasan GBK.

Baca Juga  130 Negara Dukung Pajak Perusahaan Global 15 %

 

“Seperti atletik tidak ada pilihan lain (jalan), tapi
kami juga minta untuk cabor terkait melaporkan kepada Satgas setempat, Dinskes,
dan kepolisian,” ujarnya. (rifqiazis/detiksport)



Source link

  • Bagikan