Kemenangan Joe Biden membuat Donald Trump mengambil langkah hukum untuk meminta hitung ulang

  • Bagikan
Kemenangan Joe Biden

Setelah menunggu berhari-hari, jurnalis Wolf Blitzer dari CNN mengumumkan siapa pemenang Pemilu Amerika Serikat 2020. Kemenangan Joe Biden menjadi presiden amerika 2020 selanjutnya menggantikan Donald Trump.

“Setelah empat hari yang panjang dan menegangkan, kami telah mencapai momen bersejarah dalam pemilihan ini. Kami sekarang dapat memproyeksikan pemenang pemilihan presiden. Proyeksi CNN Joseph R. Biden Jr. terpilih sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat, memenangkan kursi menuju White House dan menolak Presiden Trump untuk masa jabatan kedua,” kata Blitzer seperti dikutip dari CNN, Sabtu (8/11/2020).

Kemenangan Joe Biden
PEMILU AS 2020, Donald Trump dan Joe Biden: Donald Trump marah-marah dan mengajukan gugatan hukum karena tidak terima perolehan suara Joe Biden lebih besar dari dirinya. /Portal Surabaya

Blitzer menambahkan: “Mantan wakil presiden, dalam pencalonan ketiganya untuk jabatan tertinggi, keluar dari kekalahan langka dari komandan tertinggi. Dengan kemenangan ini, Kamala Harris menjadi wanita pertama dan orang kulit berwarna pertama sebagai wakil presiden.”

“Sekali lagi, CNN memproyeksikan Joe Biden akan menjadi presiden Amerika Serikat ke-46. Jake, dia sekarang adalah presiden terpilih Joe Biden.”

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden memenangkan Pemilu Amerika 2020 dan akan menjadi presiden AS ke-46. Total suara elektor yang diraih Joe Biden tembus 270 setelah menang di Pennsylvania.

Sejumlah media AS seperti CNN, NBC, dan Time telah mendeklarasikan kemenangan Joe Biden.

Menurut peta AP, Sabtu (7/11/2020), Joe Biden meraih 284. Sedangkan Trump mendapatkan 214 sura.

Joe Biden berhasil merebut Pennsylvania yang awalnya diungguli oleh Donald Trump. Suara elektoral Joe Biden diprediksi bertambah jika ia memenangkan Nevada, Georgia, dan Arizona.

Joe Biden kini adalah salah satu presiden tertua di AS sepanjang sejarah

Akibat Kemenangan Joe Biden membuat Donald Trump mengambil langkah hukum untuk meminta hitung ulang. Mereka juga masih belum mengaku kalah.

Dikabarkan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) marah-marah saat tahu potensi dirinya untuk menang dari calon Presiden Joe Biden tak ada, karena hasil pemilihan sementara dirinya yang lebih rendah.

Baca Juga  Akhirnya Desa Fucking di Austria Berganti Nama, Setelah Jadi Bahan Lelucon

Pada saat menghubungi para gubernur negara bagian dari partai politik juga tak kunjung membuatnya reda.

Trump juga disebut secara terbuka meragukan strategi hukum yang berjalan, dan secara pribadi dia instruksikan untuk para stafnya menjalankan terkait hasil pilpres AS.

Pada kamis, 5 November 2020, Trump menginstruksikan stafnya untuk mulai mengajukan tuntutan hukum setelah Joe Biden memenangkan negara bagian Arizona.

Staff Trump sendiri menghabiskan waktu sepanjang waktu untuk menyusun strategi hukum yang setengah matang, ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak waktu saat suara masih dihitung di negara bagian Arizona yang krusial.

Sementara itu, puluhan pendukung Donald Trump mendatangi pusat penghitungan suara di Detroit, Michigan dan meminta agar proses penghitungan dihentikan.

Presiden AS Donald Trump, yang berpidato di konferensi pers pada Rabu pukul 02.00 waktu setempat, menuduh kampanye Joe Biden melakukan penipuan pemilu, dan mengatakan dia akan memindahkan Mahkamah Agung AS. “Kami ingin semua pemungutan suara (penghitungan baca) dihentikan,” seperti dikutip Jakselnews.com pada laman indianexpress.com.

Trump dan Biden sedang bersaing untuk mendapatkan perolehan suara dalam pemilihan umum Presiden Amerika. Baik Trump dan Biden telah membuat keuntungan yang diharapkan di negara bagian yang lebih kecil, dan semua mata tertuju pada negara bagian medan pertempuran utama.

Trump diprediksi akan memenangkan Florida, Texas, Iowa dan Ohio. Biden, di sisi lain, kemungkinan besar akan memenangkan Arizona. Pertarungan leher dan leher sedang berlangsung di Carolina Utara dan Georgia.

Hasil belum diumumkan di Michigan, Pennsylvania dan Wisconsin. Pada pukul 12 malam IST, Biden memiliki 224 suara elektoral melawan 213 suara Trump, menurut The Associated Press (AP). Seorang kandidat membutuhkan 270 suara elektoral untuk memenangkan kursi kepresidenan.

Baca Juga  Cerita Khabib Nurmagomedov bersama sang ayah Perjuangkan Islam dalam Didikan sang Ayah

Sc: liputan6

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.