Kasus Pengeroyokan TNI 21 Harley Disita, Harga Per Unitnya Hampir Rp 1 Miliar

  • Bagikan
Kasus Pengeroyokan TNI
Moge Harley yang disita kepolisian terkait kasus pengeroyokan anggota TNI. Foto: Jeka Kampai

Polres Bukittinggi masih menyita 21 motor gede (moge) anggota klub Harley-Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter (SBC) lantaran Kasus Pengeroyokan TNI anggota Kodim 0304/Agam saat touring di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).

Dari 21 unit Harley-Davidson yang disita petugas, beberapa di antaranya merupakan varian termahal yang harganya hampir menyentuh angka satu miliar rupiah.

Kasus Pengeroyokan TNI
gambar di ambil dari vidio amatir warga

Mapolres Bukittinggi masih menyita sekitar 24 unit motor, yang terdiri atas 21 jenis Harley-Davidson dan 2 Yamaha X-Max serta 1 KTM 1.200. Dari 24 motor tersebut, ada lima yang diduga bodong.

“Status kendaraan ini bahwasanya, dari kuasa hukum para tersangka menitipkan ke kepolisian, kecuali ada lima kendaraan yang kami curigai tidak dilengkapi surat-surat tanda kendaraan bermotornya. Jadi akan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres Bukittinggi AKBP Dodi Prawiranegara kepada wartawan di Mapolres Bukittinggi, Sabtu (7/11/2020).

“Lima motor tersebut, termasuk 19 moge lainnya milik anggota HOG Siliwangi Bandung, masih ditahan di Polres Bukittinggi,” kata Dody.

Lima pemotor sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah BS (16), RHS (48), JA (26), TR (33), dan RHS (48). Penetapan kelimanya sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa 17 orang saksi.

Rinciannya, 6 saksi saksi di TKP, 2 saksi dari petugas kepolisian yang berusaha melerai pengeroyokan, 2 saksi korban, dan 7 orang saksi dari rombongan Moge. Polisi mengamankan barang bukti berupa helm masing-masing pemilik, sepatu, celana, dan rompi.

Sebagai kelanjutan dari Kasus Pengeroyokan TNI ini

Pada Jumat (6/11/20) sudah diserahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Bukittinggi disaksikan langsung oleh Dandim 0304 Agam Letkol Arh Yosip Brozti Dadi, Wakapolres Bukittinggi Kompol Indra Sandy Purnama Sakti, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP.Chairul Amri Nasution, dan Kasubbag Humas Polres Bukittinggi AKP Robinhot Sitinjak.

Baca Juga  Penyelam coba dapatkan kotak hitam Sriwijaya Air SJ-182

Dalam perkara ini, penyidik mempersangkakan tersangka 4 orang dengan Pasal 170 ayat (2) ke 1e juncto Pasal 351 juncto Pasal 56 KUHP Pidana, dan kepada tersangka anak berhadapan hukum dengan Pasal 170 ayat (2) ke 1 e juncto Pasal 351 juncto Pasal 56 KUH Pidana juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

cakrawalarafflesia

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.