Hampir 75% Pendapatan Keluarga RI Drop Selama Pandemi

  • Bagikan
b62d3360 6799 4857 930e 812ea515c645 169



b62d3360 6799 4857 930e 812ea515c645 169

Jakarta, CNBC Indonesia – Akibat pandemi Covid-19, membawa perubahan signifikan terhadap ekonomi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Berdasarkan survei, tercatat setidaknya ada 74,3% rumah tangga yang mengalami penurunan pendapatan.

Hal tersebut disampaikan langsung Deputi Direktur The SMERU Research Institute Athia Yumna dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (4/3/2021).

“Hampir tiga perempat rumah tangga atau 74,3% yang diwawancara pada bulan Oktober-November 2020 mengalami penurunan pendapatan dari yang mereka terima pada bulan Januari 2020,” jelas Athia.

Lebih lanjut Athia menjelaskan proporsi rumah tangga dengan penurunan pendapatan lebih besar adalah mereka yang memiliki anak atau mencakup 75,3% dan mereka yang tinggal di wilayah perkotaan atau mencakup 78,3%.

“Rumah tangga di perkotaan mengalami penurunan pendapatan yang lebih besar dibandingkan rumah tangga pedesaan,” jelasnya.

Kemudian hampir seperempat atau 24,4% responden, kata Athia juga melaporkan terjadinya peningkatan pengeluaran. Penyumbang utamanya karena naiknya biaya belanja bahan makanan dan keperluan pokok lainnya.

Hanya sedikit dari pencari nafkah utama atau 14% yang berganti pekerjaan sebagai akibat dari Covid-19. Namun, 47,3% dari mereka yang pindah pekerjaan berganti dari pekerjaan di sektor formal menjadi sektor informal.

Survei ini, kata Athia meliputi 12.216 sampel rumah tangga representatif tingkat nasional yang tersebar di 34 Provinsi yang dilakukan dalam kurun waktu antara Oktober-November 2020.

“Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan rumah tangga yang sebelumnya juga telah diwawancarai oleh Badan Pusat Statistik sebagai sampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) di tahun 2019,” tuturnya.

Secara karakteristik dari survei ini yaitu sebanyak 56% rumah tangga tinggal di perkotaan dan 44% tinggal di pedesaan. Ada 57% bekerja di sektor formal dan 43% bekerja di sektor informal.

Baca Juga  [Video]Sekumpulan Lelaki Kena K0mpaun ‘Curl Masuk’ Putrajaya Untuk Main Bola. – beritasaatini

Proporsi paling besar dari pencari nafkah utama bekerja di 31,2% sektor pertanian, perhutanan, perburuan, dan perikanan. Kemudian 22,5% sektor perdagangan, restoran, dan jasa akomodasi. Serta 17,5% bekerja di sektor jasa, kemasyarakatan, sosial, dan perorangan.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)




Source link

  • Bagikan