Ghosting Lagi Heboh di Medsos, Apa Sih Artinya?

  • Bagikan
21e11119 e652 491c 83f5 369956cba56c 169



21e11119 e652 491c 83f5 369956cba56c 169

Jakarta, CNBC Indonesia – Istilah ghosting mendadak viral di media sosial. Dalam sebuah hubungan, ghosting digunakan untuk menggambarkan praktik penghentian yang menutup semua akses komunikasi dengan individu lain, biasanya pasangan atau teman. Penghentian komunikasi ini juga muncul tanpa peringatan atau pembenaran yang jelas.

Mudahnya, ghosting dilakukan saat seseorang memilih pergi atau mengakhiri hubungan dengan menghindar dan tak dibicarakan secara baik-baik.

Menurut psikolog pro Help Center dan konselor IAC (Indonesia Association Counseling) Nuzulia Rahma Tristinarum, perilaku ghosting bisa memicu dampak psikologis bagi ‘korbannya’. Pasalnya, mereka bisa merasa ‘ditolak’ hingga kerap timbul rasa cemas dan turunnya rasa percaya diri.

“Ghosting dapat berdampak pada psikologis seseorang yang jadi ‘korban’ karena dapat menimbulkan perasaan merasa ‘ditolak’ atau tidak diinginkan,” kata Rahma, dikutip dari detikcom pada Minggu (7/3/2021).

“Dalam beberapa penelitian, perasaan tidak diinginkan atau ‘ditolak’ oleh seseorang atau lingkungan dapat menimbulkan rasa kesepian, kesedihan, kecemasan, gangguan mood, menurunnya self-esteem, frustrasi dan depresi,” lanjutnya.

Menurut Rahma, setidaknya ada tiga hal yang memicu seseorang terbiasa melakukan ghosting, yakni sulit berkomunikasi, tidak memiliki komitmen dalam sebuah hubungan, dan memiliki masalah psikologis.

Rahma mengatakan salah satu pemicu orang melakukan ghosting adalah sulit mengkomunikasikan keinginan mengakhiri hubungan. Bisa jadi karena tidak tega atau tidak siap dengan respons dari pasangan mereka.

“Ingin mengakhiri suatu relasi namun sulit untuk menyampaikannya. Bisa karena rasa nggak tega atau karena memang seseorang tersebut tidak memiliki kemampuan mengkomunikasikan perasaannya,” jelas Rahma.

“Kemampuan komunikasi perasaan berbeda dengan kemampuan komunikasi sehari hari atau komunikasi dalam pekerjaan.”

Selain itu, Rahma menyebut seseorang yang melakukan perilaku ghosting bisa saja ini karena dirinya tidak memiliki komitmen dalam hubungan tersebut. Biasanya mereka merasa hubungan yang tengah dijalani tidak serius.

Baca Juga  UPDATE AKUN SSH SINGAPORE AKTIF 27 APRIL - 4 MEI 2017

“Terbiasa tidak memiliki komitmen pada suatu hal. Kurang memiliki sikap tanggung jawab. Menjadikan suatu hubungan sebagai permainan saja,” kata Rahma.

Terakhir, Rahma mengatakan perilaku ghosting juga bisa dipicu karena ada masalah psikologis. “Memiliki masalah psikologis misalnya depresi,” tambahnya.

[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)




Source link

  • Bagikan