Efek Yield UST Naik, Bikin Harga Emas Pegadaian Ambles Bun!

  • Bagikan
petugas menunjukkan emas batangan di sebuah gerai emas di pegadaian jakarta cnbc indonesiamuhammad sabki 169



petugas menunjukkan emas batangan di sebuah gerai emas di pegadaian jakarta cnbc indonesiamuhammad sabki 169

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas batangan yang dijual di Pegadaian kompak melemah pada Sabtu (6/3/2021). Pegadaian menjual 3 jenis emas Antam dan emas UBS berbagai satuan, tetapi hanya emas UBS yang menunjukkan perubahan harga.

Melansir data dari situs resmi Pegadaian, emas Antam masih tidak tersedia. Sementara itu, harga emas Antam retro melemah rata-rata 0,37%. Satuan terkecil (0,5 gram) dibanderol Rp 433.000/batang atau turun 0,46%, sementara satuan terbesar (100 gram) naik 0,13% (Rp 315.000) ke Rp 86.499.000/batang,

Emas Antam retro merupakan emas kemasan lama, di mana keping emas dan sertifikatnya terpisah. Emas retro ini terakhir kali diproduksi pada tahun 2018. Emas retro juga menjadi jenis emas Antam yang paling fluktuatif harganya.

Sementara itu, emas Antam batik satuan 0,5 gram dihargai Rp 605.000/batang atau melemah 0,49% dibandingkan harga kemarin. Satuan 8 gram juga turun di Rp 8.416.000/batang. Emas batik merupakan jenis emas Antam yang termahal, dengan satuan 0,5 gram, 1 gram, dan 8 gram,

Terakhir, emas UBS harganya turun rata-rata sebesar 0,37%, Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian beserta perubahannya:

Penguatan harga emas di Pegadaian ini berkebalikan dari harga di PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang justru menguat mengikuti kenaikan harga emas di pasar spot dunia. Hal ini wajar terjadi karena harga emas Pegadaian biasanya tertinggal 2 hari dari tren di pasar Antam.

Harga emas Antam sendiri pada Kamis melemah 0,54% ke Rp 923.000 per gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,45% bagi yang pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,9% bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.

Kemerosotan harga emas hari itu terjadi akibat naiknya imbal hasil (yield) obligasi (Treasury) pemerintah Amerika Serikat (AS) atau UST. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik 5,54 basis poin ke 1,4704%, sebelumnya bahkan sempat menyentuh level 1,498%.

Terus menanjaknya yield, yang dilatarbelakangi prospek pemulihan ekonomi dan kenaikan inflasi, membuat pasar keuangan global kembali dihantui oleh tapering (pengurangan program pembelian aset atau quantitative easing The Fed) yang dapat memicu taper tantrum.

Taper tantrum juga menjadi salah satu faktor yang membuat harga emas akan semakin merosot. Sebab saat itu terjadi dolar AS akan menjadi perkasa. Harga emas dunia pernah merasakan keganasan taper tantrum pada periode 2013-2015.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Baca Juga  SAMSUNG MERELEASE GALAXY J7 PRO. SMARTPHONE SELFIE KELAS MENENGAH DENGAN LAYAR SUPER AMOLED

(ags/ags)




Source link

  • Bagikan