Duh Gawat! Harga Nikel Ambles, Terendah Sepanjang 2021

  • Bagikan
a33e4afa c34f 4bac b79a 6f2f19568897 169


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga nikel pada perdagangan hari selasa (9/3) lalu kembali melemah 1,2% setelah sempat membaik akhir pekan lalu, penurunan ini mengikuti tren pelemahan yang terus terjadi sejak awal Maret.

Harga nikel kontrak 3 bulan di London Metal Exchange (LME) ditutup dengan harga US$ 15.951/ton pada perdagangan selasa, turun 1,2% dari harga US$ 16.145/ton pada perdagangan hari senin.

Harga ini sendiri merupakan harga terendah nikel selama tahun 2021 di bursa LME.

Penurunan juga terjadi untuk nikel pembelian langsung, yang turun dari US$ 16.115/ton menjadi US$ 15.907/ton.

Pada awal tahun lalu harga nikel sempat turun tajam, merosot hingga US$ 11.142/ton pada perdangan bulan Maret 2020. Akan tetapi memasuki bulan selanjutnya harga nikel perlahan naik terus hingga mencapai puncaknya di angka US$ 19.722/ton pada perdagangan tanggal 22 Februari lalu, tertinggi sejak 2014, yang sempat dihargai US$ 21.150/ton pada bulan Mei tahun tersebut.




Harga NikelFoto: Ferry Sandria/CNBC Indonesia
Harga Nikel

Harga nikel juga mengalami penurunan 1,8% di bursa Shanghai (kode: SNIcv1) dari US$ 18.891/ton pada selasa menjadi US$ 18.550 pada hari ini (10/3), berdasarkan data refinitiv.

Dikutip dari Reuters, produksi nikel murni hasil olahan China bulan Februari naik 5,33% atau mengalami penambahan sebesar 692 mt dari produksi bulan Januari.

Dilansir dari The Sydney Morning Herald yang dikutip oleh Reuters. Credit Suisse, bank dan penyedia jasa keuangan asal Swiss memperkirakan akan terjadi kelebihan pasokan nikel setelah Tsingshan mengumumkan untuk meningkatkan produksi sebesar 700 kilo ton (kt) menjadi 1,1 juta ton per tahun (Mtpa) per 2023. Ini akan mengakibatkan surplus produksi hingga 2025.

Baca Juga  Did you guess right? #fyp #foryou #tiktokdogs #dog #topdog #socute...

Menurut analis Credit Suisse, Matthew Hope. “Walaupun sebagian (nikel) akan dipasok ke pasar baterai melalui jalur nikel matte, feronikel untuk baja tahan karat masih tetap dominan sampai pasar baterai menjadi konsumen yang signifikan pada paruh kedua dekade ini,” tulisnya dalam catatan kepada klien.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)




Source link

  • Bagikan