Buruh Duga Ada Komersialisasi Dibalik Vaksinasi Berbayar

  • Bagikan
akurat 20200418111913 r9h5c61

Beritasaatini –

Buruh Duga Ada Komersialisasi Dibalik Vaksinasi Berbayar

 

beritasaatini – Konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia (
KSPI)
mengomenatari program vaksin berbayar pemerintah lewat Kimia Farma. KSPI
menolak program tersebut dan menduga ada komersialisasi dibalik vaksin berbayar
tersebut.

Vaksin
berbayar
yang dikenal dengan nama vaksin gotong royong,
sekalipun biaya vaksinasi dibayar oleh pengusaha, apalagi vaksin berbayar
secara individu, dikhawatirkan akan terjadi komersialisasi vaksin atau
transaksi jual beli harga vaksin yang dikendalikan oleh produsen,” ujar
Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangannya, Senin (12/7).

Said
khawatir nantinya
biaya
pada program vaksin gotong royong untuk buruh akan dibebankan pada individu
buruh sendiri. Seperti yang diketajui total harga sekali penyuntikan vaksin
senilai Rp439.570 atau berkisar Rp879.140 untuk dua kali penyuntikan. 

“Akhirnya
ada semacam
komersialisasi,
dari yang awalnya digratiskan. Bahkan perusahaan yang awalnya menggratiskan
rapid tes bagi buruh di tempat kerja masing-masing akhirnya setiap buruh harus
melakukannya secara mandiri,” imbuhnya. 

Ia
memperkirakan jumlah
perusahaan
menengah ke atas yang mampu membayar vaksin tidak lebih dari 10 persen dari
total jumlah perusahaan di Indonesia. KSPI mengaku setuju dengan vaksin gotong
royong asalkan biaya ditanggung pemerintah. 

“Intinya,
KSPI mengharapkan kepada pemerintah agar pemberian vaksin untuk
buruh
dan setiap warga negara digratiskan,” tandasnya. ( Foto : RRI / Penulis :
Fitri )

Tags : vaksin kimia farma, vaksin gotong royong, harga vaksin covid di kimia farma, vaksin covid kimia farma

[ad_2]

Source link

Baca Juga  Jokowi Optimis Ekonomi Membaik Pada Kuartal II 2021
  • Bagikan