Bursa AS Naik & Kasus Covid RI Turun, IHSG Siap-siap Ngegas

  • Bagikan
bursa efek indonesia cnbc indonesia tri susilo 1 169



bursa efek indonesia cnbc indonesia tri susilo 1 169

Jakarta, CNBC Indonesia Pasar keuangan Indonesia ‘rontok’ kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar rupiah, sampai harga obligasi pemerintah terkoreksi akibat sentimen negatif dan positif yang datang bersamaan yakni diperpanjangnya PPKM dan tibanya vaksin AstraZeneca.

IHSG bergerak liar pada perdagangan kemarin. Dibuka hijau, IHSG bolak balik ke zona merah hingga tiga kali sebelum akhirnya ditutup terkoreksi. Indeks acuan bursa nasional tersebut anjlok 0,78% ke 6.199,64.

Nilai transaksi kemarin sebesar Rp 13,4 triliun dan terpantau investor asing menjual bersih Rp 740 miliar di pasar reguler.

Pasar obligasi pemerintah juga tidak lepas dari tekanan. Imbal hasil (yield) surat utang seri acuan tenor 10 tahun naik 6 basis poin (bps) menjadi 6,817%. Kenaikan yield menandakan harga Surat Berharga Negara (SBN) menandakan harga instrumen ini sedang turun karena kurang peminat atau terpapar tekanan jual.

Tekanan di pasar saham dan obligasi, yang menandakan arus modal sedang seret, membuat rupiah melemah. Di perdagangan pasar spot, mata uang Tanah Air terdepresasi 0,28% dan berada di Rp 14.390/US$.

Posisi terkuat rupiah hari ini ada di Rp 14.380/US$ sementara terlemahnya adalah Rp 14.470/US$. Rupiah hampir menyentuh level psikologis Rp 14.500/US$.

Dari dalam negeri muncul sentimen negatif yakni Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro hingga 22 Maret 2021.

Keputusan itu disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto dalam keterangan pers, Senin (8/3/2021).

“Kebijakan dalam perpanjangan dan perluasan PPKM Mikro ini dilanjutkan untuk 2 minggu ke depan, yaitu tanggal 9 Maret-22 Maret 2021,” ujarnya.

Kendati demikian, PPKM skala mikro kali ini diperluas ke 3 provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Utara.

“Kemudian dasar hukumnya sudah diterbitkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2021,” kata Airlangga.

Baca Juga  Ingat Kuota Kemendikbud, Gak Bisa buat Buka TikTok, Facebook, Twitter & Instagram

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa situasi saat ini masih bersifat dinamis. Pemerintah belum memiliki alasan yang kuat untuk tidak memperpanjang PPKM.

“Sifatnya masih dinamis, seperti hari ini,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Senin (8/3/2021).

Sementara itu sentimen positif datang setelah vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca dijadwalkan tiba di Indonesia kemarin. Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin tiba dalam bentuk produk jadi.

Vaksin Corona AstraZeneca didapat dari skema kerjasama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility.

“Iya dari COVAX,” demikian konfirmasi Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkatnya, Senin (8/3/2021).

Juru Bicara Vaksinasi Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan vaksin akan tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten sekitar pukul 18:30 WIB.

“Iya betul dari AstraZeneca produk jadi, melalui skema COVAX,” katanya.

Pemerintah sendiri rencananya akan menggelar konferensi pers saat vaksin tersebut tiba di tanah air.

Sebagai informasi, vaksin AstraZeneca sudah mendapat persetujuan dan masuk ke dalam daftar penggunaan darurat (EUL) WHO Februari lalu. Hal ini untuk memperluas penggunaan vaksin AstraZeneca.

Selain itu, vaksin adenovirus yang dikembangkan Universitas Oxford ini sudah terbukti aman digunakan pada lansia.

“Vaksin AstraZeneca adalah salah satu vaksin yang dapat digunakan pada usia 60 tahun ke atas yang kita ketahui dimana kelompok ini memiliki angka kematian tertinggi,” kata Siti Nadia beberapa maktu lalu.

Studi di Lancet menunjukkan efikasi untuk AstraZeneca mencapai 70,4%, berdasarkan data analisis interim uji klinis di Brasil, Afrika Selatan, dan Inggris.



Source link

  • Bagikan