Gara-gara Pakaian, Anak Tega Laporkan Ibu Kandungnya Karena Penganiayaan

  • Bagikan
Screenshot 108 1

Nasional – Gara gara Pakaian, seorang ibu asal Desa Banjarsari, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dipolisikan anak kandungnya . Walau sudah lima kali polisi mendamaikan kasus ini, si anak tetap bersikukuh ingin memenjarakan ibu kandungnya.

Sumiyatun (36) warga RT 4 RW 4 Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, harus berurusan dengan polisi karena laporan penganiayaan anak . Namun yang membuat dia harus mengelus dada, laporan tersebut datang dari anak kandungnya, Agesti Ayu Wulandari (19).

Sumiyatun tidak terpikir pertengkaran dengan anaknya berujung dirinya mendekam di tahanan Polres Demak.

Baca juga: Beredar Vidio hasil temuan di lokasi yang dianggap sebagai tempat hilangnya pesawat Sriwijaya SJ182

Betapa tidak, setelah bercerai dengan suami, ia malah dilaporkan oleh Agesti atas kasus penganiayaan.
Wanita yang keseharian berjualan pakaian di Pasar Bintoro menceritakan, kasus tersebut bermula saat anaknya yang selama ini tinggal bersama mantan suami di Jakarta datang ke rumah hendak mengambil pakaian.

Saat itu, Agesti datang bersama mantan suaminya.

Akan tetapi, semua pakaian milik Agesti telah disingkirkan oleh Ibunya karena jengkel dengan sikap anaknya yang sekarang telah membencinya.
“Sejak ikut mantan suami, anak saya ini selalu menentang. Karena jengkel semua pakaiannya saya buang,” kata Sumiyatun saat ditemui Kompas.com di Mapolres Demak, Jumat (8/1/2021).

Selanjutnya, keduanya kemudian terlibat pertengkaran hebat.

“Dia (Agesti) marah karena pakaiannya saya buang sambil mendorong saya. Secara refleks saya pegang kerudungnya dan wajahnya kena kuku saya,” ujar Sumiyatun.

Tidak terima dengan perlakuan ibu, Agesti kemudian melaporkan ke polisi.

Kepala Bagian Operasional Satreskrim Polres Demak Iptu Mujiono mengatakan, pihaknya telah mencoba mediasi antara kedua belah pihak.

Namun, Agesti tetap bersikeras memproses kasus tersebut ke jalur hukum.

Baca Juga  Nilai tukar Rupiah Meroket, Jadi Juara Asia Berkat Surplus Neraca Dagang

Baca juga: Temuan Ular Python panjang 9 Meter

“Pelaku kita jerat Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT subsider Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ungkap Mujiono.

Sc: kompas

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.