Alert! Myanmar Makin Berdarah, 38 Tewas, 4 Anak-anak

  • Bagikan
pedemo penolak kudeta militer di myanmar masih terus lakukan aksi pada 3 maret 2021 ap 169



pedemo penolak kudeta militer di myanmar masih terus lakukan aksi pada 3 maret 2021 ap 169

Jakarta, CNBC Indonesia – Sedikitnya 38 orang tewas dalam demonstrasi paling berdarah di Myanmar, Rabu (3/3/2021). Ini menjadikan total 50 nyawa telah melayang di negara itu akibat aksi keras junta terhadap pendemo anti kudeta.

Polisi dan tentara melepaskan tembakan dengan peluru tajam dengan hanya sedikit peringatan. Pertumpahan darah terjadi sehari setelah negara-negara tetangga di Asia Tenggara (ASEAN) menyerukan junta menahan aksi represif ke pendemo.

“Mengerikan, ini pembantaian. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan situasi dan perasaan kami,” kata aktivis pemuda Thinzar Shunlei Yi kepada Reuters melalui aplikasi perpesanan, dikutip Kamis (4/3/2021).

Sebuah badan bantuan menyebut empat anak-anak juga menjadi korban tewas. Ratusan pengunjuk rasa juga ditangkap sebagai mana dilaporkan media lokal.

“Hari ini adalah hari paling berdarah sejak kudeta terjadi pada tanggal 1 Februari,” kata khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan di New York.

“Hanya di hari ini, 38 orang meninggal. Kami sekarang memiliki lebih dari 50 orang tewas sejak kudeta dimulai, dan banyak yang terluka,”

Burgener mengatakan pihaknya telah menghubungi Wakil Panglima Militer Myanmar Soe Win. PBB memperingatkan tindakan keras dan isolasi sebagai pembalasan dari kudeta.

“Jawabannya (junta) adalah kami terbiasa dengan sanksi, dan kami selamat’,” kata Burgener lagi menegaskan hasil komunikasinya.

“Ketika saya juga memperingatkan mereka akan masuk (ke) isolasi, jawabannya adalah kita harus belajar berjalan hanya dengan beberapa teman.”

Junta belum berkomentar soal ini. Dewan Keamanan PBB sendiri, yang termasuk sekutu Myanmar yakni China di dalamnya, akan membahas situasi ini dalam rapat tertutup Jumat besok.

Kudeta Myanmar terjadi sejak 1 Februari lalu. Saat itu militer menggulingkan Aung San Suu Kyi, karena menuding partainya Liga Nasional untuk Demokrasi (LND) curang dalam pemilu yang mereka menangkan, November 2020 lalu.

Baca Juga  √ Harga Dan Spesifikasi Xiaomi Redmi 9 Power Full

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)




Source link

  • Bagikan