Keutamaan Membaca Doa SAYYIDUL ISTIGFAR

keutamaan sayidul istighfar

SAYYIDUL ISTIGFARIstighfar atau dalam bahasa Arab: إستغفار, Istiġfār atau Astaghfirullah أستغفر الله‎ ʾastaġfirullāh merupakan tindakan meminta maaf atau memohon ampunan kepada Allah SWT.

Tindakan ini secara harfiah dilakukan dengan mengulang perkataan istighfar dalam bahasa Arab “Astaghfirullah”, yang berarti “Saya memohon ampunan kepada Allah”.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Bacaan Latin Sayyidul Istighfar

“Allahumma Anta Rabbii Laa Ilaaha Illaa Anta Khalaqtnii Wa Anna ‘Abduka Wa Anaa ‘Alaa ‘Ahdika Wa Wa’dika. Mastatha’tu a’uudzu Bika Min Syarri Maa Shana’tu Abuu u Laka Bini’ Matika ‘Alayya Wa Abuu-uBidzanbii Faghfir Lii Fa Innahu Laa Yagfirudz Dzunuuba Illa Anta

Sayyidul Istighfar Yang Artinya:

Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari, no. 6306)

Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari, no. 6306)

Namun harus kita ingat dalam Islam, makna Istighfar tidak terletak pada pengucapannya, namun pada seberapa dalam seseorang yang beristighfar. Seberapa kuat memaknai dan menghayati apa yang ia ucapkan.

Dalam konteks yang lebih jauh lagi, agar ia terus mengingat Allah Swt di saat ia tergoda untuk melakukan perbuatan dosa atau maksiat. Juga disaat melakukan dosa, maka istighfar adalah titik baginya untuk bertekad tidak akan mengulangi perbuatannya.

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]