Jatiluwih Rice Terrace, Pesona Sawah Berundak di Bali yang Terkenal di Kalangan Wisatawan Domestik hingga Mancanegara!

Kekayaan alam Indonesia, menjadi magnet yang selalu mampu menarik minat para wisatawan. Dari mulai pegunungan hingga laut, dari dataran tinggi hingga lembah-lembah dan ngarai semuanya memesona.

Terima Kasih Bintangnya 🙂

[Total: 0 Average: 0]

Suatu tempat dapat jadi objek wisata jikalau ada suatu keunikan di area tersebut. Keunikan bukan harus sesuatu yang mewah, namun hal sederhana yang dikelola dengan baik. Seperti halnya sawah, tentu sudah tidak asing dan bahkan terlampau familier bersama dengan sawah. Tapi tidak seperti Jatiluwih Rice Terrace di Tabanan, Bali.

Jatiluwih Rice Terrace
@ayudithaawidiasari

Sawah di sini dikelola bersama dengan sangat baik bersama dengan proses terasering. Sawahnya tidak mendatar layaknya sawah terhadap umumnya, melainkan berundak – undak. Inilah yang jadi energi tarik utama objek wisata ini. Meski sawah hal yang sudah biasa, tetapi gara-gara dikelola bersama baik, menjadi wisata yang memukau.

Jatiluwih Rice Terrace
@sassychris1

Keindahan Jatiluwih Rice Terrace Tabanan

Di kompleks wisata Jatiluwih, pengunjung mampu melihat begitu luasnya hamparan sawah yang hijau menyejukkan mata. Sawah di sini berupa terasering yang berundak – undak antara satu lahan dengan lahan lainnya.

Jatiluwih Rice Terrace
@sophiemos

Pembuatan terasering ini tidak hanya untuk keindahan, namun punyai manfaat pengairan yang efektif. Karena mampu mengairi satu sawah ke sawah lainnya, yang mana sistem ini termasuk disebut subak.

Pemandangan sejauh mata lihat begitu indah, dengan hijaunya persawahan. Apalagi kala panen tiba, padi yang menguning diantara dedaunan yang hijau membuatnya kelihatan begitu indah.

Jatiluwih Rice Terrace
@daviniaarmas

Membuat pemandangan menjadi semakin cerah dan bercahaya. Ditambah lagi, pepohonan yang tumbuh di pinggiran sawah yang menambah keindahan terasering.

Di kejauhan, nampak gunung yang tinggi menjulang di belakang hijaunya persawahan. Para petani pun kelihatan terjadi di pematang sawah sambil mempunyai keranjang bersama cara dipikul.

Jatiluwih Rice Terrace
@nailsby_ro_

Pengunjung pun bisa turut terjadi di pematang sawah ini, sambil berfoto dengan pemandangan indah persawahan. Aroma padi dan tiupan angin sepoi begitu menenangkan, disempurnakan nada dedaunan padi yang berdesir merdu.

Waktu yang pas untuk Berkunjung

Daya tarik utama dari Jatiluwih Rice Terrace ini adalah cantiknya tempat persawahan yang hijau. Hamparan sawahnya dikatakan terluas, bersama luas kurang lebih 632 hektar di ketinggian 700 mdpl.

Jatiluwih Rice Terrace
@larawerlang

Bahkan, UNESCO memasukkan objek wisata ini sebagai warisan dunia yang kudu dilindungi. Tentu ini jadi suatu kebanggaan tersendiri bagi warga Bali dan warga Indonesia secara umum.

Waktu yang pas mampir ke objek wisata ini adalah di sementara pagi dan sore hari. Karena dibuka pukul 08.30, pengunjung sanggup datang di sementara tersebut.

Jatiluwih Rice Terrace
@ekaterina.milone

Pada waktu itu, terik matahari belum terlampau menyengat, justru sinarnya menyehatkan. Pengunjung dapat memandang pemandangan indah dan nikmati hangatnya mentari pagi.

Sore hari termasuk jadi momen yang tepat untuk berkunjung. Di waktu ini, pengunjung mampu merasakan angin bertiup yang mempunyai aroma khas tanaman padi.

@yichiennn

Menanti tenggelamnya mentari di ufuk barat, yang perlahan turun sambil meninggalkan sinar oranye di langit. Tampak sebagian petani yang pulang berasal dari sawah dengan membawa kerangjang penuh rumput di pundaknya.

Menikmati Kuliner di Tepi Sawah

Jika berkunjung di siang hari, tidak perlu khawatir. Pengunjung tetap mampu menikmati nyamannya objek wisata ini bersama cara lain. Yang mana bersama dengan kegiatan yang lebih santai dan menyebabkan rileks. Yaitu menikmati santapan kuliner di pinggir sawah sambil menikmati keindahan panorama persawahan.

@ginatulina_r

Di pinggir jalur perkampungan Jatiluwih, tersedia beragam kafe dan tempat tinggal makan. Menyediakan berbagai makanan dan minuman hangat yang lezat.

Biasanya, kafe dan daerah makan ini sediakan gazebo dan juga area lesehan bersama view pemandangan sawah. Tentu bakal benar-benar menyenangkan, menyaksikan panorama alam sambil nikmati kopi Bali yang khas.

@irina_gorodnichaya

Wisatawan manfaatkan peristiwa ini untuk bercengkerama dengan keluarga atau teman. Sesekali mengambil foto di dalam gazebo. Ada juga yang mengobrol dengan warga lokal yang berada di sekitar gazebo. Sungguh keindahan alam dan kearifan masyarakat yang membuat hati menjadi damai.

Menikmati Hangatnya Pemandian Air Panas Angseri

Di dekat daerah persawahan, terdapat pemandian air panas bernama Pemandian Air Panas Angseri. Di sini, pengunjung dapat berendam di air hangat dengan puas. Menawarkan pemandangan yang indah sambil menikmati hangatnya air kolam. Jaraknya hanya sekitar 15 menit perjalanan dari daerah persawahan.

Objek wisata ini memiliki lebih dari satu kolam, yakni dua kolam utama dan sebagian kolam pribadi. Pengunjung bisa pilih dambakan berendam bersama dengan atau teristimewa tanpa gangguan.

@anglurselurr_

Sambil berendam, pengunjung bisa nikmati panorama persawahan hijau yang luas membentang. Ditambah lagi, ada panorama air terjun yang juga sanggup dinikmati dari kolam.

Air hangat di kolam mempunyai kandungan belerang, yang dapat sebabkan kulit lebih sehat. Tubuh pun makin rileks dan segar sesudah berendam, dan juga pikiran bakal menjadi lebih fresh.

Lokasi Jatiluwih Rice Terrace Bali

Objek wisata ini berada di Jalan Jatiluwih Kawan, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Dapat ditempuh dari dua jalur, yaitu berasal dari Denpasar menuju Kediri, sesudah itu ke Tabanan. Atau dari Denpasar, menuju Mengwi, selanjutnya ke Baturiti, baru lantas ke Jatiluwih.

@la_rozanka

Harga Tiket Masuk

Untuk menikmati objek wisata ini, pengunjung dikenakan tiket yang amat terjangkau. Meski dibedakan antara pengunjung domestik dan mancanegara. Untuk wisatawan domestik HTM objek wisata ini adalah Rp 15.000 per orang. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara adalah Rp 40.000.

Jam Operasional

Untuk menikmati indahnya objek wisata ini, pengunjung sanggup mampir dari pagi hingga petang. Pemandangan yang ditawarkan pun beraneka – macam sensasinya di tiap tiap waktu. Tepatnya adalah mulai berasal dari 08.30 – 18.00 WITA setiap harinya.

SC