Ada Pembekuan Darah Usai Vaksin AstraZeneca, WHO Bertindak



Jakarta, Berita saatini Indonesia – WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan, pihaknya tengah meninjau laporan terbaru terkait pembekuan darah, pada beberapa orang yang menerima vaksin AstraZeneca Covid-19.

Sebelumnya, penemuan laporan ini mendorong beberapa negara untuk menghentikan program vaksinasi mereka. Setidaknya sembilan negara telah menangguhkan penggunaan vaksin mereka karena masalah keamanan, termasuk Denmark, Norwegia, Islandia, dan Thailand.

Hingga Rabu pekan ini, sekitar 5 juta orang di Eropa telah menerima vaksin Oxford-AstraZeneca. Dari angka ini, muncul 30 kejadian tromboemboli telah dilaporkan pada penerima, atau gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh darah dan menghalangi aliran darah.

Di satu sisi, AstraZeneca mengatakan bahwa tidak ada bukti, bahwa vaksin tersebut menyebabkan peningkatan risiko pengembangan darah.

Sementara, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, bahwa Komite Penasihat Global untuk Keamanan Vaksin telah meninjau sinyal keamanan secara sistematis, dan dengan hati-hati menilai laporan terbaru tentang vaksin AstraZeneca.

“Segera setelah WHO memperoleh pemahaman penuh tentang peristiwa ini,” tambahnya, “temuan dan perubahan apa pun pada rekomendasi kami saat ini akan segera dikomunikasikan kepada publik.”

Di sisi lain, Dr Mariangela Simao, Asisten Direktur Jenderal WHO untuk akses ke obat-obatan dan produk kesehatan menambahkan, WHO mungkin akan segera memiliki pernyataan resmi terkait hal ini pada minggu depan, di saat penyelidikan selesai.

Dr. Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO menyebutkan, masih belum jelas apakah vaksin tersebut benar-benar menyebabkan penggumpalan darah.

“Efek samping yang dilaporkan setelah vaksinasi harus dilihat dalam konteks kejadian yang terjadi secara alami dalam populasi,” kata Swaminathan. “Hanya karena dilaporkan setelah vaksinasi, bukan berarti itu karena vaksinasi. Itu bisa sama sekali tidak berhubungan. “

Sementara, Regulator obat Eropa, European Medicines Agency, telah menekankan bahwa tidak ada indikasi suntikan AstraZeneca menyebabkan pembekuan darah, menambahkan pihaknya yakin manfaat vaksin jauh lebih besar daripada risikonya.

“Laporan pembekuan darah yang diterima sejauh ini tidak lebih besar dari jumlah yang akan terjadi secara alami pada populasi yang divaksinasi,” kata Dr. Phil Bryan, Kepala Keamanan Vaksin di Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris.

“Keamanan masyarakat akan selalu diutamakan. Kami sedang meninjau masalah ini dengan cermat tetapi bukti yang tersedia tidak mengkonfirmasi bahwa vaksin adalah penyebabnya. Orang harus tetap berpergian dan mendapatkan vaksin Covid-19 ketika diminta, ” tambahnya.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)




Source link