Ada Gula Ada Semut, Rupiah Kayaknya Bakal So Good!



Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya akan menguat di perdagangan pasar spot hari ini dan penguatannya lumayan tajam. Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Berikut kurs dolar AS di pasar NDF beberapa saat sebelum penutupan perdagangan pasar sebelum libur Isra’ Mi’raj dibandingkan hari ini, Jumat (12/3/2021), mengutip data Refinitiv:












Periode

Kurs10 Maret (15:01 WIB)

Kurs 12 Maret (07:12 WIB)

1 Pekan

Rp14.458,8

Rp 14.­309

1 Bulan

Rp14.523,6

Rp 14.345

2 Bulan

Rp14.581,3

Rp 14.435,68

3 Bulan

Rp14.627

Rp 14.483,93

6 Bulan

Rp14.820,1

Rp 14.644,88

9 Bulan

Rp 14.980,5

Rp 14.830,45

1 Tahun

Rp 15.153

Rp 15.004

2 Tahun

Rp 15.825

Rp 15.670

 

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada 10 Maret pukul 15:00 WIB:






Periode

Kurs

1 Bulan

Rp 14.425

3 Bulan

Rp 14.530

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)




Source link