Lewat IPO, Raksasa e-Commerce Korsel Raih Dana Rp65,9 T



Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa e-Commerce Korea Selatan, Coupang LLC berhasil mengumpulkan US$ 4,6 miliar (Rp65,9 triliun) dalam penawaran saham di AS setelah menjualnya dalam IPO di atas kisaran targetnya.

Nilai itu tertinggi yang pernah terjadi di AS tahun ini, melampaui capaian aplikasi kencan Bumble Inc senilai US$2,15 miliar atau Rp30,8 triliun. Selain itu juga menjadi lompatan valuasi perusahaan, yang dipatok US$9 miliar (Rp129 triliun) pada penggalangan dana sekitar 2018 lalu.

Menurut para analis di Korea Selatan, respon yang didapatkan Coupang merupakan hasil dari posisi pemimpin pasar di negara tersebut. Di sisi lain banyak perusahaan ecommerce lain yang mengalami peningkatan penjualan selama Covid-19.

“Mempertimbangkan penilaian tinggi dari harga, pasar memberikan penilaian baik pada perusahaan untuk mendapatkan tempat tertinggi di pangsa pasar,” ungkap analis di Kiwoom Securities, Park Sang Joon, dikutip Reuters, Kamis (11/3/2021).

Dalam pernyataannya, perusahaan mengatakan telah memberi harga saham US$130 juta (Rp1,8 triliun) yang dijual dalam IPO dengan US$35 (Rp501 ribu) per sahamnya. Harga itu lebih tinggi dari kisaran pemasaran sekitar US$32-US$34 (Rp458 ribu-Rp487 ribu) per sahamnya.

Coupang didirikan 11 tahun lalu oleh Miliarder Korea-Amerika bernama Bom Suk Kim. Perusahaan itu langsung terkenal setelah meluncurkan layanan pengiriman same day atau next day di negara Asia Timur.

Coupang juga ditopang oleh Vision Fund dari Softbank dengan US$100 miliar (Rp1.432 triliun) yang memiliki kepemilikan sebanyak 35,1%.

Valuasi perusahaan yang mencapai US$60 miliar (Rp859,3 triliun) juga menambah kabar baik bagi Vision Fund. Karena baru bangkit setelah mengalami kerugian tahunan pada Maret lalu.

Coupang juga memiliki sejumlah catatan emas di tahun lalu. Dalam laporan Euromonitor tahun 2020, Coupang merupakan perusahaan e-commerce teratas di Korea Selatan dengan pangsa pasar 19,2%.

Peringkat itu membuat Coupang mengalahkan nama besar lainnya di Korea Selatan. Yakni ada Naver Corp dan eBay Korea dengan masing-masing mendapatkan 13,6% dan 12,8%.

Di tahun yang sama, penjualan bersih perusahaan meningkat 91% year-on-year menjadi US$11 miliar (Rp157 miliar), Sementara kerugian bersihnya dari US$770,2 juta (Rp11 triliun) menurun ke angka US$567,6 juta atau Rp8,1 triliun.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)




Source link