Ironi Indonesia, Negara Basah Tapi Banyak Daerah Kekeringan

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia disebut menjadi negara dengan kontur alam yang basah, namun sayangnya indeks kelangkaan air-nya terbilang tinggi.

“Belajar dari kasus Blora mengalami kondisi seperti ini. Menjadi lucu, kita negara basah, Indeks kelangkaan air tinggi. Artinya tata kelola perlu dievaluasi,” kata Direktur Pelaporan EvaluasI Daerah Aliran Sungai, M Saparis Sudaryanto dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 Hari ke-3 di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Evaluasi tersebut salah satunya bisa dilakukan dengan cara mendorong retensi air yang memadai. Dia mencontohkan wilayah yang mengalami kekeringan adalah Blora di Jawa tengah dan Kupang NTT.

“Dari kasus Blora dan Kupang, pendekatan lanskap penting juga. Kita identifikasi dari berbagai data, Blora sangat kritis. Bagian utara kemarau bulan apa, selatan apa. Puncak hujan bulan apa. hujan seperti apa. Ini menjadi perhatian, saat mendorong upaya retensi air, harus melihat topografi, aspek geologi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Sumber daya air PUPR, Djarot Widyoko mengatakan Indonesia memiliki sekitar 7.000 sungai. Dengan adanya pertambahan penduduk kemajuan suatu bangsa ada pemukiman, pabrik dan kantor baru. Hal ini akan mengubah fungsi lahan dan perilaku lahan.

“Yang tadinya ada hujan turun bisa airnya tertahan karena ada pohon, daun busuk. Sehingga air yang mengalir ke sungai bisa ditampung oleh sungai yang ada. Sekarang sudah banyak melihat, sungai yang ada sudah tidak bisa menampung aliran yang ada. Sungai tidak pernah ada bertambah lebar sendiri. Kecuali kita melakukan,” kata dia.

Dia berharap, dengan kerjasama pihak terkait dan dibantu masyarakat semua yang hidup di wilayah sungai bisa bersatu untuk mengurangi limpasan run off ke sungai. Karena untuk memperlebar sungai, dibutuhkan biayanya tidak murah.

“Kalau lihat kondisi sekarang, air yang tertahan di DAS tinggal 10-15% kurang. Itu artinya limpasan sungai lebih besar. Ini tren naik setiap tahun. Sungai kritis naik setiap tahun,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)


[ad_2]

Source link