Terungkap! Rupanya Ini Investor Pemborong Rp 2 T Saham CENT

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia – Jelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) terungkap siapa pembeli saham CENT di transaksi jumbo di pasar negosiasi yang terjadi pada perdagangan, Rabu (24/2/2021).

Melalui keterbukaan informasi, tercatat perusahaan asal Singapura EP ID Holdings Pte Ltd menggunakan UOB Kay Hian sebagai Bank Kustodian melakukan pembelian saham CENT sebanyak 11,9 miliar lembar

Pembelian dilakukan di harga Rp 168/unit sehingga dana yang digelontorkan mencapai Rp 2 triliun dengan tujuan investasi. Jumlah ini sendiri merupakan 38,3% saham CENT.

Selain itu, tercatat Northstar Group besutan Patrick Walujo dan Glenn Sugita yang menjadi pengendali CENT melalui Clover Universal Enterprise, juga menambah kepemilikan saham CENT dari sebelumnya 41,8% menjadi 45,69%.

Total Pemilik saham CENT saat ini per 3 Maret 2021 adalah Clover Universal Enterprise Ltd sebagai pengendali menguasai 45,69%, EP ID Holdings Pte Ltd menguasai 38,32%, selanjutnya Trimegah Sekuritas memegang 7,6%, sisanya kepemilikan publik menyusut menjadi 8,39%.

Ini artinya saham dimiliki oleh Lion Trust (Singapore) Ltd yang menggunakan bank kustodian UOB Kay Hian sebanyak 6,6 miliar lembar (21,2%) dan milik Zico Allshore Trust (S) Pte Ltd. AS sebanyak 5,34 miliar lembar (17,1%) sudah menjual seluruh kepemilikan sahamnya kepada EP ID Holdings Pte Ltd.

Sedangkan Northstar melalui Clover Universal melakukan penambahan saham dengan cara melakukan pembelian saham dari publik sehingga kepemilikan publik menyusut dari 12,27% menjadi 8,39%.

Sebelumnya data perdagangan mencatat pada Rabu (24/2/21) muncul transaksi negosiasi tutup sendiri alias crossing melalui PT UOB Kay Hian Sekuritas (AI) sebanyak 119,43 juta lot di harga Rp 168/unit. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 2 triliun.

Mengacu pada situs resmi perusahaan CENT adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam jasa penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Pada 2020 perusahaan mengelola 2.250 tower atau menara telekomunikasi dan 849 distributed antenna system (DAS).

Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan perusahaan kemarin perusahaan berencana akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Maret nanti.

Salah satu mata acaranya adalah untuk meminta persetujuan atas peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan serta disetor Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar 34.000.000.000 (tiga puluh empat miliar) atau lebih dari 100% dari total saham beredar saat ini dengan nominal saham Rp 100/unit.

Peningkatan modal ditempatkan dan disetor tersebut akan dilaksanakan dalam Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atauright issue.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 8 ayat (3) POJK No. 32/2015, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sehubungan dengan PUT IV dengan memberikan HMETD sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran PUT IV dengan memberikan HMETD tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Karenanya, Perseroan berencana untuk melaksanakan penambahan modal melalui PUT IV dengan memberikan HMETD dimaksud dalam periode 12 (dua belas) bulan tersebut.

Apabila pemegang saham lama tidak menebus haknya maka kepemilikan sahamnya akan terdilusi 52%. Dalam keterbukaan informasi tersebut perusahaan menyebut dana yang diraup dari right issue tersebut nantinya akan digunakan sebagai modal kerja dan belanja modal yang dapat menunjang pertumbuhan bisnis emiten telekomunikasi Tanah Air ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)


[ad_2]

Source link