Denpom Limpahkan Kasus Wanita Pelat Nomor Palsu TNI ke Polisi

[ad_1]

Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/5 Bandung, Jawa Barat, telah menemukan sosok wanita yang viral lantaran sengaja memakai Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB/pelat nomor) palsu yang viral di media sosial. Kasus tersebut selanjutnya diserahkan ke Polrestabes Bandung karena tidak ada keterlibatan unsur TNI.

“Dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh Denpom, ditemukan bahwa pelat nomor dan surat-surat yang dimaksud palsu,” kata Komandan Denpom III/5 Bandung Letkol Pamungkas di Bandung, Kamis (4/3).

Pamungkas menerangkan, kasus penggunaan pelat nomor mobil palsu tersebut diserahkan ke kepolisian lantaran pelaku merupakan warga sipil. Selain itu, pihaknya memberikan barang bukti kepada untuk diproses secara hukum.

“Karena belum ditemukan anggota TNI yang terlibat, sehingga kasusnya dan barang bukti dilimpahkan ke Polrestabes Bandung untuk diproses hukum sesuai dengan aturan yang ada. Sudah kita sudah serahkan orang maupun barangnya,” ujarnya.

Pamungkas menyebutkan, setelah aksi yang memperlihatkan mobil Toyota Camry warna hitam menggunakan pelat nomor militer viral di medan sosial, pihaknya langsung mencari sosok di balik video tersebut. Berdasarkan penelusuran, diketahui wanita tersebut merupakan warga Batununggal, Kota Bandung.

“Kita lakukan penyelidikan di Denpom. Diamankan tadi malam, kita langsung gerak cepat,” ujarnya.

Pamungkas menerangkan pihaknya sejauh ini belum menemukan adanya keterlibatan unsur anggota TNI dalam kasus penggunaan pelat nomor palsu tersebut. Sehingga kasusnya dilimpahkan ke kepolisian karena pelaku merupakan warga sipil.

“Apabila di kemudian hari ditemukan ada oknum anggota TNI yang terlibat, maka akan dilakukan proses hukum,” tuturnya.

Adapun berdasarkan informasi yang didalami Denpom, pelaku mendapatkan pelat nomor tersebut dari seorang warga sipil juga.

“Pengakuan beli dari seseorang yang bernama Aji Nugraha. Aji ini sedang dalam pencarian. Dia beli Rp1,5 jutaan, dikenalkan dari orang,” tuturnya.

Sebelumnya,  sebuah video yang memperlihatkan mobil Toyota Camry berpelat dinas TNI diduga digunakan warga sipil beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat pelat mobil itu bernomor 3423-00 warna merah, dengan logo satuan mirip Korps Pasukan Khusus (Kopassus).

Terkait video itu, Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad memastikan pelat nomor yang digunakan mobil tersebut adalah palsu.

“Pelat nomornya tidak teregistrasi atau bodong, sedang dilacak oleh Satprov Denma,” kata Riad saat dikonfirmasi, Rabu (3/3).

Adapun perempuan dalam sebuah video viral yang memperlihatkan mobil Toyota Camry warna hitam mengakui bahwa pelat dinas TNI yang digunakan adalah palsu atau bodong. Ia sudah menyatakan permintaan maaf.

(hyg/kid)cnnindonesia

[ad_2]

Source link