Didera Profit Taking, Wall Street Berayun ke Zona Merah

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) berayun ke jalur merah pada sesi awal perdagangan Selasa (2/3/2021), setelah kemarin indeks S&P 500 mencetak reli lebih dari 2% atau yang terbaik sejak Juni 2020.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 25 poin pada pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan 20 menit kemudian berbalik menjadi minus 39,4 poin (-0,12%) ke 31.496,12. S&P 500 tertekan 12,3 poin (-0,32%) ke 3.889,49 dan Nasdaq surut 91,2 poin (-0,67%) ke 13.497,62.

Bursa saham AS mengawali Maret dengan reli, baik pada indeks S&P 500 (sebesar 2,38%) atau terbaik sejak Juni 2020. Sementara itu, Dow Jones naik 1,95% dan Nasdaq meroket 3% menjadi kinerja harian terbaik sejak November.

Sektor siklikal seperti energi dan finansial terus berkinerja melampaui ekspektasi pasar di tengah optimisme mengenai vaksin dan pemulihan ekonomi. Di sisi lain, tersendatnya laju kenaikan yield obligasi pemerintah AS membagikan sentimen positif untuk saham teknologi.

Saham Facebook melesat 2,8%, Apple meroket 5,4% dan Tesla lompat 6,4%. Imbal hasil rendah menguntungkan mereka karena sifat alami bisnis mereka yang padat modal dan haus pendanaan dari surat utang. Kenaikan imbal hasil memicu kenaikan beban pembiayaan mereka.

“Kecemasan seputar yield cenderung bertanggung-jawab terhadap koreksi S&P 500 sebesar 3% dari rekor tertingginya pada Februari,”tutur Mark Haefele, Kepala Investasi UBS Global Wealth Management, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Gangguan tersebut, lanjut dia, bersifat sementara dan investor akan kembali memutar uangnya di bursa saham. Kenaikan imbal hasil bagaimanapun juga didorong optimisme bahwa ekonomi akan tumbuh, dan bukan otomatis memicu inflasi yang liar.

Investor cenderung menunggu komentar calon ketua Otoritas Jasa Keuangan (Securities and Exchange Commission/SEC) AS Gary Gensler dan Gubernur The Fed Lael Brainard yang akan berbicara mengenai kondisi keuangan dan perekonomian AS, termasuk juga ekspektasi inflasi.

Gensler akan berpidato di depan Komisi Perbankan Senat, sedangkan Brainard akan membacakan makalah berjudul “Kebijakan Moneter dan Outlook Ekonomi AS” dalam forum diskusi virtual Dewan Kebijakan Luar Negeri (Council on Foreign Relations) AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)


[ad_2]

Source link