Wall Street Meriah, Dow Jones Dibuka Melesat 423 Poin

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (1/3/2021), setelah imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS terus melemah dari posisi tertingginya pekan lalu sehingga tak lagi menyaingi keuntungan di bursa saham.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 423,2 poin (+1,37 %) pada pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan 30 menit kemudian menjadi 536,5 poin (+1,73%) ke 31.468,9. S&P 500 naik 61,8 poin (+1,62%) ke 3.872,92 dan Nasdaq loncat 216 poin (+1,64%) ke 13.408,4.

Saham Boeing memimpin reli dengan melesat 4%, memimpin reli di semua saham. Pada pembukaan pagi, hanya ada 8 saham yang melemah di antara 500 saham yang menjadi konstituen indeks S&P 500.

Saham siklikal seperti maskapai menguat karena didorong optimisme pembukaan kembali ekonomi setelah kabar positif mengenai vaksin. Saham teknologi yang diuntungkan dari yield rendah juga meroket, seperti misalnya Apple dan Tesla yang kompak dibuka melesat 2%.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS berjatuh tempo 10 tahun melemah ke 1,43%–atau harganya kian mahal-malam ini. Pekan lalu, bursa saham AS tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi acuan di AS, yang sempat menyentuh 1,6%.

Imbal hasil tinggi akan memikat investor mengalihkan dananya dari bursa saham ke pasar obligasi. Emiten teknologi paling terpukul kenaikan yield karena mereka haus pendanaan dari surat utang. Kenaikan imbal hasil akan berujung pada kenaikan beban pembiayaan mereka.

“Rotasi yang besar berarti pembalikan secara taktis jika yield terus turun,” tutur Keith Parker, perencana saham UBS, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Dari sisi vaksinasi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) memberikan izin penggunaan vaksin sekali suntik besutan Johnson & Johnson untuk orang berumur 18 tahun ke atas. Perseroan menyiapkan dosis awal sebanyak 4 juta.

Sepanjang pekan tersebut, indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 anjlok masing-masing sebesar 1,7% dan 2,5%. Sementara itu, indeks Nasdaq merosot hingga 4%. Sepanjang Februari, mayoritas indeks saham AS mencetak kinerja positif didorong rilis kinerja emiten yang positif serta kabar vaksinasi dan stimulus senilai US$ 1,9 triliun.

DPR AS telah meloloskan Undang-Undang yang mendasari keluarnya paket stimulus senilai US$ 1,9 triliun yakni UU American Rescue Plan 2021. Selanjutnya, Presiden AS Joe Biden hanya perlu mengantongi izin Senat untuk merealisasikan rencana stimulus tersebut.

Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) sektor manufaktur AS per Februari bakal dirilis pada hari ini. Ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan angkanya bakal di level 58,5 atau sama dengan posisi Desember pada 58,5.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)


[ad_2]

Source link