Kampung Naga Tasikmalaya Jawa Barat Wisata Budaya Tidak Pernah Sepi Dari Wisatawan yang Ingin Mengenal Budaya Sunda Lebih Mendalam

Kekayaan alam Indonesia, menjadi magnet yang selalu mampu menarik minat para wisatawan. Dari mulai pegunungan hingga laut, dari dataran tinggi hingga lembah-lembah dan ngarai semuanya memesona.

Terima Kasih Bintangnya 🙂

[Total: 0 Average: 0]

@yudirisdianto

Pernah merencanakan untuk menyingkir dari kehidupan perkotaan yang ramai? Atau mau wisata berfaedah yang sarat edukasi? Kedua pertanyaan hal yang demikian bisa dijawab oleh sebuah tempat bernama “Kampung Naga Tasikmalaya Jawa Barat“.

@ulpamiftahul

Kampung ini bukanlah tempat hunian binatang magis, tapi salah satu kampung adat yang dimiliki oleh Jawa Barat. Walaupun bukan objek wisata, melainkan area pedesaan ini banyak mengundang perhatian wisatawan yang tertarik pada kehidupan tradisional yang sarat akan adat istiadat serta penghormatan kepada alam.

@arbi_hidayatullah23
Karcis Masuk Kampung Naga

Tidak ada tiket masuk yang diberlakukan. Pengunjung bisa memasuki kampung ini secara hanya-hanya, syaratnya hanya wajib lapor pada petugas keamanan yang berjaga. Amat direkomendasikan untuk berkunjung mengaplikasikan paket tur tamasya dan pemandu yang berasal dari warga lokal.

@dejandra_

Alamat: Neglasari, Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia, 46471
Harga Karcis: Tidak ada
Jam Buka : Desa liburan ini terbuka untuk umum tiap hari. Pada tanggal tertentu, diadakan Hajat Sasih yang dapat disaksikan oleh pengunjung.
Hajat Sasih
Muharam 26, 27, 28
Mulud (Rabiulawal) 12, 13, 14
Rewah (Syakban) 16, 17, 18
Syawal 14, 15, 16
Rayagung (Zulkaidah) 10, 11, 12
IG :@kampungnaga

*Selama masa pandemi ini, sebelum berkunjung sebaiknya anda menghubungi pihak pengelola untuk mengkonfirmasi waktu operasional.

@lets.go.again_pink

Pesona Kampung Naga

Kampung Naga yakni kampung adat yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat. Lokasinya cuma sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Tasikmalaya. Nama “Naga” berasal dari kata “nagawir” yang berarti “menggantung”. Ini sebab posisinya yang berada di jurang dan menonjol seolah menggantung di bukit.

Desa ini memang bukan obyek tamasya secara resmi, tetapi tak pernah sepi dari kunjungan pelancong. Kehidupan bermasyarakat yang serba sederhana membikin banyak wisatawan, terutamanya dari kota, beratensi untuk berkunjung. Di sini, pelancong dapat mengamati secara lantas bagaimana kearifan warga serta adat istiadat yang hidup di dalamnya.

kampung naga tasikmalaya jawa barat
@mypreciouslife2019
Kampung di Jurang Bukit

Kampung Naga merupakan zona permukiman adat yang menempati wilayah lembah. Tempat ini berada di atas lahan seluas 1,5 hektar. Untuk mencapainya, wisatawan seharusnya menuruni tangga berjumlah lebih dari 400 buah. Tangga ini terbuat dari batu alam sehingga aman untuk dilewati walaupun perjalanan menurun yang cukup panjang.

kampung naga tasikmalaya jawa barat
@nadjani
Kampung Naga Dikelilingi hutan dan sawah

Dari atas telah nampak sekumpulan bangunan dengan atap berwarna seragam. Permukiman ini diapit oleh zona hutan yang masih alami karena larangan untuk mengunjunginya. Hutan di sisi timur dipegang oleh aliran Sungai Ciwulang yang bening.

Sebelah utara dan selatan terdapat hamparan sawah. Sawah ini berbentuk terasering dan salah satu sumber pangan serta mata pencaharian sebagian besar warga. Udara di sini betul-betul bersih karena hampir tidak ada emisi karbon di wilayah ini.

@onanad
Sederhana dalam Tradisi

Kampung Nada disebut sebagai kampung adat karena warganya setia melaksanakan adat istiadat. Adat yang terjaga ini mencakup pelbagai aspek, mulai dari bangunan hingga kultur tertentu. Inilah salah satu kekuatan tarik Kampung Naga sehingga tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan.

Jumlah rumah dan bangunan yang ada di kampung ini senantiasa sama semenjak dulu sampai sekarang, yaitu 111 buah. Tak boleh ada bangunan yang diwujudkan dari tembok semen atau batu-bata. Di sini, segala bangunan terbuat dari bilik bambu, papan kayu, atap daun nipah atau ijuk, serta bahan-bahan natural lainnya. Tiap rumah juga hanya memiliki satu pintu di depan dan tidak dilengkapi dengan perabotan seperti meja dan tempat duduk di dalamnya.

kampung naga tasikmalaya jawa barat
@qussukamoto
Bale dan kamar mandi di kampung naga tasikmalaya

Di samping itu, Kampung Naga juga tak menggunakan listrik dan gas sama sekali untuk hidup sehari-hari. Untuk penerangan, masyarakat memanfaatkan lampu minyak dan sinar alami sang surya. Keperluan memasak malah dikerjakan dengan tungku.

Semua penduduk merupakan penganut Islam. Pada waktu-waktu tertentu, diadakan acara Hajat Sasih, sebuah ritual adat untuk berdoa pada leluhur. Pemandangan pelaksanaan ritual ini dapat disaksikan juga oleh para pelancong asalkan tidak mengganggu berlangsungnya acara.

kampung naga tasikmalaya jawa barat
@sarah.haliza
Pantangan dan Larangan di Kampung Naga Tasikmalaya Jawa Barat

Kecuali adat istiadat, masyarakat juga memiliki kultur dan pantangan tertentu. Budaya ini wajib dipatuhi tak hanya oleh warga absah, namun juga tetamu yang berkunjung. Salah satunya yakni larangan memutar musik. Di desa ini, tidak boleh ada musik selain yang berasal dari alat musik tradisional orisinil setempat.

Selain itu, ada juga larangan untuk memasuki hutan yang ada di sekitar zona perkampungan. Di dalam kampung malah terdapat bangunan tertentu yang tidak boleh dimasuki atau bahkan dipotret oleh wisatawan. Semua pantangan ini wajib dipatuhi demi terjaganya kedamaian.

Berdampingan dengan Alam

Ketenangan yang dapat didapatkan di sini adalah tenaga tarik utama bagi wisatawan. Bermalam sini akan memberikan pengalaman bertamasya yang benar-benar berbeda dari rekreasi lainnya. Untuk menginap, wisatawan sepatutnya meminta izin pada petugas atau warga setempat.

Wisatawan bisa ikut serta mencicipi kehidupan sehari-hari warga Kampung Naga yang simpel. Waktu malam hari yang tenang dan minim penerangan cuma akan terisi oleh suara alam. Suara dedaunan, aliran air, dan semilir angin pegunungan jadi teman yang akan menenangkan.

Fasilitas Kampung Naga Tasikmalaya Jawa Barat

Pengunjung yang datang menggunakan kendaraan semestinya parkir di area di atas tebing yang telah disediakan. Jalan masuknya berupa pos jaga keamanan dicontoh rangkaian buah hati tangga menuju lembah. Fasilitas umum seperti masjid dan kios makanan ringan tersedia di kampung ini.

Pengunjung yang datang dalam rombongan lazimnya dijamu dengan kuliner buatan warga. Bagi pengunjung yang mau bermalam, warga menyediakan rumahnya sebagai tempat homestay. Ada juga kios suvenir yang menjajakan hasil karya penduduk.

Lokasi Kampung Naga Tasikmalaya Jawa Barat

Desa tamasya ini berlokasi di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Jalan masuknya berada di pinggir jalan raya, sehingga tidak susah untuk dicari. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

SC