Khutbah Jumat Nikmat Kesehatan – Cakrawala Rafflesia

[ad_1]

Khutbah Pertama:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ المُبْتَدِئِ خَلْقِهِ بِالْإِنْعَامِ، اَلْمُتَفَضِّلِ عَلَى عِبَادِهِ بِالْإِحْسَانِ، لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ فِي البُكُوْرِ وَالآصَالِ وَفِي كُلِّ حِيْنٍ وَآن، أَحْمَدُهُ حَقَّ حَمْدِهِ لَا أُحْصِي ثَنَاءَ عَلَيْهِ، هُوَ كَمَا أَثْنَى عَلَى نَفْسِهِ, وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ هُوَ العَزِيْزُ الغَفَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلِهِ المُخْتَارُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَا تَعَاقَبَ اللَيْلُ وَالنَّهَارُ.

أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ عِبَادَ اللهِ, اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تَقْوَاهُ، اِتَّقُوْا اللهَ بِطَاعَتِهِ وَأَطِيْعُوْهُ بِتَقْوَاهُ؛ فَقَدْ أَمَرَكُمْ بِذَلِكَ فَقَالَ: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾).

Ayyuhal mukminun,

Sesungguhnya Kesehatan adalah nikmat yang besar. Dengan badan yang sehat kita dapat meraih kebaikan yang ada di dunia. Dengan kesehatan, kita akan tampil dengan penampilan yang baik. Dan demikianlah isi doa yang sering kita panjatkan,

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” [Quran Al-Baqarah: 201].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, dari hadits Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu:

أنَّ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، عَادَ رَجُلًا مِنَ المُسْلِمِينَ قدْ خَفَتَ فَصَارَ مِثْلَ الفَرْخِ، فَقالَ له رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: هلْ كُنْتَ تَدْعُو بشيءٍ، أَوْ تَسْأَلُهُ إيَّاهُ؟ قالَ: نَعَمْ، كُنْتُ أَقُولُ: اللَّهُمَّ ما كُنْتَ مُعَاقِبِي به في الآخِرَةِ، فَعَجِّلْهُ لي في الدُّنْيَا، فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: سُبْحَانَ اللهِ لا تُطِيقُهُ، أَوْ لا تَسْتَطِيعُهُ، أَفلا قُلْتَ: اللَّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ قالَ: فَدَعَا اللَّهَ له، فَشَفَاهُ

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk salah seorang sahabatnya yang dalam kondisi sangat lemah dan kurus. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya padanya, “apakah kamu telah berdoa dan meminta sesuatu kepada Allah”?

Ia menjawab, “Ya, aku telah berdoa,

اللَّهُمَّ ما كُنْتَ مُعَاقِبِي به في الآخِرَةِ، فَعَجِّلْهُ لي في الدُّنْيَا

‘Ya Allah jika aku kelak akan disiksa di akhirat, maka segerakanlah di dunia ini’.

“Subhanallah, engkau tidak akan kuat menanggung siksa Allah. Jangan begitu. Tapi berdoalah:

اللَّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Anas bin Malik berkata, “Lalu Rasulullah berdoa kepada Allah untuknya sehingga orang tersebut diberi kesembuhan.” [HR. Muslim No. 2688]

As-Sudi berkata,

اَلْحَسَنَةُ فِي الدُّنْيَا اَلصِّحَّةُ وَالْعَافِيَةُ

“Kebaikan di dunia adalah kesehatan dan keselamtan.”

Ayyuhal mukminun,

Sesungguhnya Kesehatan dan keselamatan dari penyakit adalah nikmat yang besar. Kalau seseorang mendapatkannya seolah perbendaharaan dunia ini diberikan semua kepadanya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh at-Turmudzi dan selainnya dari Abdullah bin Mihshan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Siapa di antara kalian yang memasuki waktu pagi dalam keadaan aman, sehat jasmaninya, dan memiliki makanan pada hari itu, maka seolah-olah dia diberi dunia dengan berbagai kenikmatannya.”

Ayyuhal mukminun,

Sesungguhnya keselamatan dan sesehatan adalah anugerah terbesar yang Allah berikan. Dan sesuatu yang paling utama yang dibagi-bagikan oleh-Nya. Sehat itu lebih baik dari kekayaan. Dan lebih utama daripada kedudukan dan kekuasaan. Apa artinya kekayaan, kedudukan, dan kekuasaan tanpa Kesehatan. Tapi sebaliknya, hidup yang sehat bisa berarti tanpa kekayaan, kedudukan, dan kekuasaan.

Dari Abdullah bin Khubaib, dari pamannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ

“Tidak apa-apa kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan.” [HR. Ibnu Majah no. 2141 dan Ahmad 4/69, shahih kata Syaikh Al Albani].

Sabda Nabi ini sangat tepat sekali. Apabila kesehatan itu membuat seseorang cenderung pada ketaatan dan ibadah, maka ia akan merasa kenikmatan. Kesehatan dapat mengantarkan seseorang menggapai apa yang dia inginkan. Baik urusan dunia maupun akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat sadar akan penting dan besarnya nikmat kesehatan. Karena itu, setiap pagi dan sore beliau selalu membaca doa:

اللَّهمَّ عافِني في بَدَني، اللَّهمَّ عافِني في سَمْعي، اللَّهمَّ عافِني في بَصَري، لا إلهَ إلَّا أنتَ

“Ya Allah berilah Kesehatan pada badanku. Pada pendengaranku. Dan pada penglihatanku. Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Engkau.”

Beliau ulangi doa ini tiga kali setiap pagi dan sore. Oleh karena itu, kita juga hendaknya berdoa dengan doa ini. Karena dengan kesehatanlah kenikmatan menjadi sempurna.

Ayyuhal mukminun,

Nikmat kesehatan adalah puncak kenikmatan. Oleh karena itu, kenikmatan ini adalah kenikmatan yang pertama kali diminta oleh seorang hamba pada hari kiamat nanti.

أَلَمْ نُصِحَّ لَكَ جِسْمَكَ، وَنُرْوِيَكَ مِنَ المَاءِ البَارِدِ

“Bukankah Kami telah memberi Kesehatan pada badanmu. Dan memberimu minum dengan air yang dingin.” [HR. at-Turmudzi].

Ada salaf yang mengatakan tatkala menafsirkan firman Allah Ta’ala,

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan.” [Quran At-Takatsur:8]

Maksud dari kenikmatan dalam ayat ini adalah Kesehatan [Riwayat Ahmad]

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Kenikmatan yang diminta pertanggung-jawaban adalah kesehatan badan, pendengaran, dan penglihatan. Ini semua akan Allah mintai pertanggung-jawaban pada hari kiamat kelak. Mereka gunakan untuk apa. Walaupun sebenarnya Allah yang lebih tahu dari mereka. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [Quran Al-Isra: 36]

Ibadallah,

Bertakwalah kepada Allah Ta’ala. Gunakanlah nikmat kesehatan yang Dia berikan untuk ketaatan. Apalagi kita tahu, kondisi itu sangat cepat berubah. Hari-hari akan terus berganti. Renungkanlah nasihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan (5) Hidupmu sebelum datang matimu.” [HR. al Hakim].

اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، أَقُوْلُ هَذَا القَوْلَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَيَجِيْرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ، لَهُ الحَمْدُ كُلُّهُ وَإِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ، لَيْسَ لِلْعِبَادِ غَنِيٌّ عَنْ طَاعَتِهِ وَالْاِفْتِقَارُ إِلَيْهِ وَالْاِلْتِجَاءُ لَهُ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَى مِنْهُ إِلَّا إِلَيْهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِهِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَى، وَلَا مُعْطِي لِمَا مَنْعَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اتَّبَعَ سُنَّتَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ, أَمَّا بَعْدُ:

Ibadallah,

Bertakwalah kepada Allah. Siapa yang bertakwa kepada-Nya, pasti akan Dia jaga. Syukurilah nikmat-nikmat-Nya, pasti kalian akan mendapatkan karunia-Nya yang semakin bertambah banyak. Siapa yang Allah beri petunjuk untuk bersyukur, artinya orang tersebut tidak terhalang dari mendapat penambahan. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. [Quran Ibrahim: 7].

Ayyuhal mukminun,

Sesungguhnya nikmat kesehatan dan keselamatan adalah nikmat yang banyak tidak disadari oleh manusia. Karena itu, waspadalah! Jangan sampai Anda termasuk orang yang tak menyadari kalau ini nikmat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ اَلصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengannya, yaitu: kesehatan dan waktu luang.” [HR. al-Bukhari].

Bentuk tertipu atas nikmat kesehatan adalah tidak mensyukuri nikmat yang Allah berikan tersebut. Jangan sampai kita lalai. Kesehatan adalah kekayaan bagi jasad. Dan kita ketahui banyak orang yang baru sadar kalau kesehatan itu nikmat tatkala mereka sakit. Inilah kondisi kebanyakan manusia. Mereka sadar betapa nikmatnya sehat, tatkala mereka sakit. Mereka sadar betapa nikmatnya keselamatan tatkala mereka merasakan ketakutan.

Kaum muslimin,

Sekarang kita ini tengah menghadapi wabah. Sebuah keadaan yang banyak memberikan kita pelajaran besar. Kalau kita coba merenungkan bagaimana dulu kondisi kita sebelum ada wabah ini. Kemudian kita bandingkan dengan kondisi sekarang. Sungguh terdapat perbedaan yang amat jauh. Kitapun menyadari betapa banyak nikmat Allah dulu yang sekarang tak lagi kita raskaan.

Kaum muslimin,

Kondisi wabah ini terkadang diperparah dengan tersebarnya berita bohong. Berita yang simpang siur. Yang kita belum tahu akan kejelasannya. Namun berani menyebarkannya. Oleh karena itu, tetap ikutilah arahan dari orang-orang yang ahli pada bidangnya. Tetap dengarkan arahan pemimpin. Agar bangsa ini bisa satu kata dalam menghadapi musibah ini.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ أَنْتَ أَخَذَ بِنَاصِيَتِهِ، نَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الأَسْقَامِ وَمِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلَاقِ وَالأَهْوَاءِ وَالأَدْوَاءِ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا كُلَّ سُوْءٍ وَشَرٍّ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ.

اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا, وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا إِلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى, خُذْ بِنَوَاصِيْهِمْ إِلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى, سَدِّدْهُمْ فِي الأَقْوَالِ وَالْأَعْمَالِ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، اَللَّهُمَّ عَمَّ الخَيْرِ بِلَادِنَا وَسَائِرِ بِلَادِ المُسْلِمِيْنَ، وَادْفَعْ عَنَّا كُلَّ سُوْءٍ وَشَرٍّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ، اِغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ, صَلُّوْا عَلَى نَبِيِّكُمْ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَيْهِ فِي هَذَا الْيَوْمِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Artikel sumber www.KhotbahJumat.com

Print Friendly, PDF & Email

[ad_2]

Source link