Puluhan Jamaah Umrah Kota Bengkulu Kembali Tertunda ke Mekkah

[ad_1]

BENGKULU – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kembali menutup akses masuk bagi 20 negara termasuk Indonesia untuk menghindari penularan Covid-19. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 3 Februari 2021 hingga waktu yang belum ditentukan. Akibatnya jamaah dari Indonesia tidak dapat melaksanakan ibadah umrah ke tanah suci Mekkah.

Kebijakan tersebut juga mempengaruhi puluhan jamaah umrah yang ada di Kota Bengkulu, lantaran harus kembali menunda keberangkatan ke tanah suci Mekkah untuk menjalankan ibadah umrah.

Salah satu Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus, Multazam Utama Tour melalui Pimpinan Cabang Bengkulu, Hj. Darmiati mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi dan memahami kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut untuk pelarangan masuk. Ia menyebutkan puluhan jamaah yang sudah terdaftar dan dijadwalkan berangkat pada akhir Februari ini terpaksa dilakukan penundaan terlebih dahulu hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Rencananya kita akan memberangkatkan sebanyak 24 jamaah umrah pada akhir bulan Februari ini. Karena ada kebijakan baru dari Arab Saudi terpaksa harus kita lakukan penundaan keberangkatan hingga nanti ketika kembali sudah diperbolehkan,” ungkapnya, Jumat (5/2).

Hal senada disampaikan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus, PT. Anugerah Quba Mandiri (AQM) melalui SPV. HRD, Rully Aprizon. Ia mengatakan sebanyak 80 jamaah umrah yang sudah terdaftar di pihaknya juga harus dilakukan penundaan keberangkatan. Penundaan keberangkatan tersebut telah disampaikan kepada calon jamaah, namun ia memastikan pemberangkatan akan dijadwal ulang hingga Pemerintah Arab Saudi kembali mengizinkan.

“Penundaan keberangkatan ke Tanah Suci sesuai kebijakan pemerintah Arab Saudi telah disampaikan kepada calon jamaah, dan mereka legowo. Kami akan reschedule keberangkatan seluruh jamaah, namun belum tahu kapan karena kita masih menunggu informasi dari pihak pemerintah,” sampainya.

melansir rakyat bengkulu

[ad_2]

Source link