Ini Daftar Harga Rokok Usai Cukai Naik 12,5 Persen Berlaku

[ad_1]

Jakarta — Pemerintah resmi menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 12,5 persen per 1 Februari 2021. Kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 198/PMK.010/2020 itu turut mengerek harga jual eceran beberapa jenis rokok.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan tarif cukai sudah mempertimbangkan dampak konsumsi rokok bagi kesehatan masyarakat, perkembangan industri, hingga nasib para buruh dan petani tembakau ke depan.

Untuk itu, kenaikan hanya menyasar segmen Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Sementara segmen rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) tidak naik alias tarif cukai nol persen.

Berdasarkan pantauan redaksi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, penjual rokok masih belum menaikkan harga jualnya.

Berikut harga beberapa jenis rokok setelah kenaikan tarif cukai hasil tembakau 2021:

Djarum Super

Rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan I ini diproduksi oleh PT Djarum dan dijual dengan kemasan berisi 12 dan 16 batang per bungkusnya.

Sesuai aturan cukai tahun lalu, rokok Djarum Super dengan isi 12 batang dibanderol Rp20.400 per bungkus. Tiap batang rokok dikenakan cukai SKM golongan I (Rp740/batang). Artinya, harga eceran Djarum Super tanpa cukai sebesar Rp11.520.

Dengan tarif cukai baru SKM golongan I sebesar Rp865/batang, harga satu bungkus rokok Djarum Super berisi 12 batang bisa mencapai Rp21.792.

Harga tersebut sudah sesuai dengan ketentuan Harga Jual Eceran (HJE) yang tak boleh lebih rendah dari Rp1.700 per batang. Jika margin keuntungan yang diambil peritel berkisar Rp1.500-Rp2.000 per bungkus, maka harga jual sebungkus Djarum Super isi 12 batang akan berkisar Rp23.400-23.900.

Kendati demikian, berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, per hari ini, harga rokok Djarum Super di beberapa minimarket masih di kisaran Rp19.000 per bungkus.

Gudang Garam International

Merek rokok yang diproduksi PT Gudang Garam Tbk, ini dibanderol Rp20.400 per bungkus dengan cukai Rp740 per batang (jenis SKM golongan I) sebelum pemberlakuan tarif cukai baru.

Dengan asumsi harga jual tanpa cukai sebesar Rp11.520, maka harga eceran Gudang Garam Internasional per bungkus bisa mencapai Rp21.900 setelah kenaikan cukai tahun ini. Sementara di warung-warung, harga jualnya akan naik menjadi Rp23.400 hingga Rp23.900, dengan asumsi margin sebesar Rp1.500 hingga Rp2.000 per bungkus.

Namun demikian harganya di pasaran saat ini masih di angka Rp18.700 per bungkus.

Sampoerna A-Mild

Rokok jenis SKM golongan I yang diproduksi PT HM Sampoerna Tbk ini dijual dalam kemasan berisi 12 batang dan 16 batang per bungkus.

Mengacu aturan cukai tahun lalu, harga eceran terendah Sampoerna Mild untuk isi 16 batang adalah Rp27.200, dengan cukai Rp740/batang (SKM golongan I).

Setelah kenaikan cukai 2021 dan HJE dibatasi Rp1.700 per batang, harga eceran per bungkus rokok merek ini mencapai sebesar Rp29.200.

Namun, hingga hari ini, harganya masih di angka Rp25.500 per bungkus.

LA Lights

Rokok ini masuk ke dalam jenis SKM golongan I di mana tiap batangnya dikenakan cukai Rp740. Rokok LA Light dibanderol sebesar Rp19.600 per bungkus dengan isi 16 batang.

Dengan kenaikan cukai menjadi Rp865 per batang, harga sebungkus LA light akan terkerek menjadi Rp21.600. Sementara jika mengikuti ketentuan HJE terendah Rp1.700 per batang, harga minimal satu bungkus LA Lights menjadi Rp27.200. Artinya, rokok yang diproduksi PT Djarum ini bisa dibanderol Rp28.700-29.200 per bungkus di warung atau toko-toko ritel lainnya.

Meski demikian harganya di minimarket masih di kisaran Rp24.500 per bungkus.

Dji Sam Soe

Rokok dengan bungkus berwarna kuning ini dibanderol seharga Rp17.540 per bungkus dengan isi 12 batang. Rokok ini masuk dalam kategori Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan dikenakan cukai sebesar Rp425 per batang. Artinya, tanpa dikenakan cukai, harga rokok per bungkus Dji Sam Soe adalah Rp12.440.

Meski demikian, merek rokok ini tak mengalami kenaikan harga karena tarif cukai jenis SKT tak dikerek di tahun ini. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com. harganya masih di kisaran Rp18.000 sampai Rp18.500 per bungkus.

Marlboro Merah

Harga eceran Marlboro Merah terendah saat ini dijual Rp28.081 per bungkus, dengan isi 20 batang. Rokok yang diproduksi PT Philip Morris Indonesia itu masuk ke dalam golongan I jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) dengan tarif cukai Rp790 per batang.

Artinya, harga asli rokok ini (tanpa cukai) adalah Rp12.281 per bungkus. Dengan kenaikan tarif cukai menjadi Rp935 per batang, maka harga rokok ini diperkirakan akan mencapai Rp30.981 per bungkus.

Namun, karena ketentuan HJE jenis SPM golongan I tak boleh di bawah Rp1.790, harga per bungkusnya bisa terkerek menjadi Rp35.800. Sementara harga jualnya di warung-warung bisa mencapai Rp37.300-37.800.

Kendati demikian, harga Marlboro Merah hingga saat ini masih di angka Rp30.800-31.800 per bungkus.

cnn

[ad_2]

Source link