Mengenal 3 Sosok Pahlawan Nasional yang Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Pahlawan Nasional soekarno

Indonesia merdeka tak bisa lepas dari jasa Perjuangan Para Pahlawan. Dan bertepatan Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden No. 361 Tahun 1959 tentang Hari Nasional yang ditandatangani oleh Presiden Pertama RI Soekarno.

Lantas siapa saja Pahlawan Indonesia yang rela gugur demi kemerdekaan?

Berikut Tiga sosok Pahlawan Nasional yang Memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia

[Soekarno] 1901-1970

Pahlawan Nasional soekarno
ir soekarno

Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia yang berperan aktif sebagai proklamator kemerdekaan dan pencetus dasar negara Pancasila. Meski sempat menjadi tahanan politik di Bandung, Soekarno dinilai gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Ia lahir dari pasangan Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai di Surabaya, 6 Juni 1901. Ketika dilahirkan, ia diberi nama Kusno oleh orang tuanya. Tapi karena sering sakit, ketika berusia 11 tahun namanya diganti menjadi Soekarno oleh sang ayah.

Semasa hidupnya, Soekarno dikenal sering bergonta-ganti istri. Ia telah menikahi beberapa wanita antara lain Oetari, Inggit Ganarsih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger dan Heldy Djafar.

Dari pernikahannya tersebut ia dikaruniai 11 anak. Beberapa di antara mereka bahkan mengikuti jejak sang ayah untuk berkiprah di dunia politik, sebut saja Megawati Soekarnoputri yang kemudian menjadi Presiden Indonesia kelima, Rachmawati Soekarnoputri dan Sukmawati Soekarnoputri.

Anak pertama Soekarno dan Fatmawati, Guntur Soekarnoputra justru tidak mengikuti jejak ayah dan adik-adiknya untuk masuk dalam dunia politik.

[Mohammad Hatta] 1902-1988

Pahlawan Nasional moh hatta
Moh Hatta

Pahlawan Nasional yang akrab dengan panggilan Bung Hatta ini sangat berperan besar dalam kemerdekaan Indonesia.

Semangat serta patriotisme Bung Hatta tumbuh sejak muda, memuncak sejak aktif dalam kegiatan organisasi pergerakan nasional hingga mendampingi Soekarno dalam melawan penjajah.

Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 11 Agustus 1902 ini salah satu proklamator kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Hatta merupakan anak kedua dari pasangan Muhammad Djamil dan Siti Saleha. Kakeknya seorang ulama besar dan ternama di Sumatera Barat pada masa itu yang bernama Syekh Abdurrachman atau Syekh Batu Hampar. Selepas usia remaja, Hatta meninggalkan tanah Minang untuk melanjutkan studi ke Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia.

Ia lalu hijrah ke Belanda untuk bersekolah di Handels Hogeschool (sekarang namanya Universitas Erasmus Rotterdam) pada September 1921. Hatta tiba di negeri itu dengan menumpang kapal Tambora milik Rotterdamse Lloyd. Di negeri Belanda pula ia mengenal dan sempat memimpin organisasi pergerakan yang memiliki cita-cita merdeka dari kolonialisme.

Meski aktif di politik, Hatta tak melupakan dunia ekonomi. Salah satunya mendorong gerakan koperasi. Bahkan untuk jasanya itu, Hatta diberi gelar Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung, Jawa Barat tanggal 17 Juli 1953.

Atas jasa-jasanya dan pemikirannya, pada saat Kongres Koperasi Indonesia di Bandung, Jawa Barat tanggal 17 Juli 1953, Hatta diberi gelar Bapak Koperasi Indonesia. Di Hari Koperasi yang jatuh pada 12 Juli ini tak ada salahnya mengenang biografi Moh Hatta, sosok yang banyak berjasa dalam menghidupkan koperasi di Indonesia.

[jendral Soedirman] 1916-1950

Pahlawan Nasional jendral sudirman
Jenderal Soedirman

Jenderal Soedirman merupakan tentara termuda yang bergabung dengan para pahlawan kemerdekaan. Selain itu Ia juga menjadi Panglima Tentara dan Jenderal pertama di Republik Indonesia.

Kisah hidup, perjuangan, dan teladannya bisa dilihat dari biografi Jendral Sudirman singkat. Biografi Jendral Sudirman singkat bisa memberi inspirasi bagi para generasi muda.

Jendral Sudirman singkat dimulai dari awal hidup dan pendidikannya. Sudirman (Soedirman) lahir di Purbalingga, Jawa Tengah pada tanggal 24 Januari 1916. Ayahnya Karsid Kartawiraji merupakan seorang pekerja di pabrik gula Kalibagor Banyumas dan ibunya Siyem merupakan keturunan Wedana Rembang.

Pasca Indonesia merdeka dari penjajahan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Kemudian beliau diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya setelah menyelesaikan pendidikannya.

Jenderal Sudirman tidak lengkap jika tak membahas perang gerilya yang ia lakukan. Selang tiga tahun, Sang Jenderal menjadi saksi kegagalan negosiasi dalam Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Renville dengan tentara kolonial Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Sudirman juga menghadapi upaya kudeta tahta kepemimpinan pada 1948. jendral Soedirman bersumpah akan melindungi Indonesia sampai titik darah penghabisan.

SC: cnnindonesia